PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran memanggil jajaran PLN untuk meminta penjelasan terkait pemadaman listrik yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalteng. Karena ingin PLN menyampaikan penyebab gangguan secara terbuka agar masyarakat mendapat informasi yang jelas.
Agustiar mengatakan pemadaman listrik terjadi kembali setelah sebelumnya muncul pada 7 Juli 2026. Gangguan serupa juga terjadi pada 18 Juli dan 20 Juli 2026 sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menurutnya, persoalan listrik menjadi perhatian serius karena langsung berdampak pada aktivitas warga.
“Kami memanggil pihak PLN agar datang ke sini untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Kami ingin masyarakat tidak gaduh dan tidak panik karena masalah PLN ini sangat sensitif,” katanya, Kamis (30/7/2026).
Agustiar menjelaskan PLN menyampaikan informasi awal bahwa gangguan berasal dari kerusakan pembangkit listrik di Kabupaten Gunung Mas. Gangguan tersebut kemudian memengaruhi sistem kelistrikan yang terhubung dengan sejumlah wilayah lain di Kalteng.
Namun, ia meminta PLN memberikan penjelasan yang lengkap kepada masyarakat. Ia menilai keterbukaan informasi penting untuk mencegah munculnya spekulasi dan informasi yang tidak benar.
“Saya minta penjelasannya harus tegas dan penuh tanggung jawab supaya tidak menjadi isu liar di tengah masyarakat,” ujarnya.
Agustiar menegaskan pemerintah daerah tetap menerima berbagai keluhan masyarakat meskipun PLN sebagai BUMN memiliki kewenangan dalam pengelolaan kelistrikan.
“Setiap ada keluhan masyarakat, yang pertama kali disampaikan adalah kepada kami. Kesulitan masyarakat juga menjadi kesulitan pemerintah daerah karena tugas kami adalah melayani masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, Agustiar meminta PLN segera menyampaikan informasi terkait penyebab gangguan, proses perbaikan, dan target normalisasi pasokan listrik. Menurutnya, informasi yang akurat dapat memberikan kepastian kepada masyarakat Kalteng. (Uni/Red)




