SUKAMARA, HALODAYAK.COM – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memastikan siswa dari keluarga kurang mampu tidak terbebani pungutan sekolah. Pendidikan harus menjadi jalan untuk memberantas kebodohan, pengangguran, dan kemiskinan di Kalimantan Tengah.
Pemerintah membutuhkan dukungan dan kesungguhan siswa untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga mengingatkan siswa agar patuh kepada orang tua dan menghormati guru selama mengikuti proses pendidikan.
“Tapi untuk itu, anak-anakku sekalian harus punya niat, punya kemauan, punya kesadaran, patuh pada orang tua, mendengarkan guru,” jelasnya, Kamis (27/8/2026).
Selain pendidikan, Agustiar meminta siswa membangun karakter dan attitude yang baik. Ia mengingatkan generasi muda agar menjauhi narkoba serta menjaga toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, karakter dan toleransi menjadi modal penting bagi generasi muda untuk ikut membangun Kalimantan Tengah. Karena itu, siswa tidak hanya perlu mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus membentuk perilaku yang baik.
“Oleh karena itu, pemerintah tidak ingin persoalan biaya sekolah menghambat anak-anak kurang mampu mendapatkan pendidikan. Kami datang ke sini untuk memastikan jangan sampai ada pungutan sekolah, jangan sampai ada yang terbebani,” imbuhnya.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan turut mengingatkan siswa agar memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif. Ia meminta generasi muda menggunakan media sosial secara bijak dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Bijak bermedia sosial dengan saring sebelum sharing,” ungkap Kapolda.
Iwan juga mengajak para siswa ikut mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Para siswa dapat mendukung upaya tersebut bersama keluarga dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memaparkan manfaat pembangunan Jembatan Garuda Perintis dalam membuka akses daerah terpencil.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur dapat mendukung perekonomian, transportasi, serta akses pendidikan masyarakat.
“Kami Kodam sudah membangun 1.006 jembatan dan September akan kita mulai lagi pembangunan-pembangunan ini. Bersama Pemerintah Daerah akan berkolaborasi, kita lihat lokasi-lokasi mana yang kira-kira bisa dibangun dan membantu perekonomian masyarakat, transportasi masyarakat, pendidikan, dan sebagainya,” urai Pangdam.
Zainul juga meminta siswa belajar tekun untuk meraih profesi yang mereka cita-citakan. Menurutnya, setiap profesi memiliki nilai kemuliaan selama dijalankan dengan baik dan maksimal.
“Semua profesi mulia, tinggal bagaimana mengaplikasikan dan memaksimalkannya. Tetap semangat, tetap optimis, negara tetap hadir untuk semua masyarakat,” pungkasnya. (Uni/Red)




