PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan pemerintah daerah mengutuk keras segala bentuk kekerasan dan tindakan melawan hukum. Pasalnya, tindakan tersebut mengancam keselamatan aparat dan masyarakat.
Agustiar meminta seluruh elemen di Kalimantan Tengah menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat. Negara dan hukum, tegas dia, tidak boleh kalah dari jaringan kejahatan.
“Peristiwa tersebut hendaknya menjadi pengingat, menjadi alarm bagi kita semua, seluruh elemen di Kalteng, bahwa negara dan hukum tidak boleh kalah dari jaringan kejahatan,” tegasnya, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, BNN dan kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam memberantas narkoba. Ia meminta seluruh unsur masyarakat ikut mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas BNN, bukan hanya tugas kepolisian, ini tugas kita semua, narkoba adalah musuh kita bersama,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa narkoba tidak hanya mengancam kesehatan pengguna. Peredaran narkoba juga mengancam masa depan generasi muda, keluarga, dan kehidupan sosial.
Menurutnya, narkoba juga dapat mengancam masa depan bangsa dan negara.
Karena itu, Agustiar berharap Deklarasi Akbar Pemberantasan Narkoba tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia mendorong deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk menghadapi ancaman narkoba di Kalteng.
“Deklarasi ini bentuk komitmen dan tekad kita untuk menyatukan langkah dan kekuatan, untuk bersinergi bersama memberantas peredaran narkoba di Bumi Tambun Bungai,” katanya.
Agustiar menilai upaya pemberantasan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga, sekolah, kampus, tempat kerja, desa, dan kelurahan perlu memperkuat ketahanan terhadap narkoba.
Langkah tersebut, menurutnya, penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba.
Agustiar juga mengapresiasi TNI/Polri, BNN, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, GDAN, serta tokoh masyarakat yang ikut memberantas narkoba. Ia turut mengapresiasi tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat.
“Perang melawan narkoba untuk kemanusiaan, demi melindungi masa depan anak-anak kita, melindungi masa depan Kalteng, masa depan Indonesia,” pungkasnya. (Uni/Red)




