26.1 C
Palangkaraya
spot_img

Anak Polisi Gunung Mas Raih Juara Nasional ISRC 2026, SMAN 1 Kuala Kurun Kukuhkan Dominasi Riset Pelajar

KUALA KURUN, HALODAYAK.COM–Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Gunung Mas di tingkat nasional. M. Rasya Wira Pratama, siswa SMAN 1 Kuala Kurun sekaligus putra anggota Polres Gunung Mas, sukses meraih Juara 2 dalam ajang Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026 yang berlangsung di Bandung pada 16–19 April.

Tak hanya Rasya, SMAN 1 Kuala Kurun juga berhasil memborong dua gelar juara dalam kompetisi ilmiah bergengsi tersebut. Capaian ini semakin menegaskan posisi sekolah sebagai salah satu pusat pengembangan riset pelajar unggulan di Kalimantan Tengah.

Orang tua Rasya, selaku anggota Polisi Gunung Mas, Aipda Roys Putranto Hidayat, Sabtu (2/5/2026) mengaku bangga atas prestasi putranya yang mampu bersaing di level nasional. “Kami berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi Rasya untuk terus berinovasi serta menginspirasi generasi muda lainnya agar berani berkarya di bidang penelitian,” katanya.

Kepala SMAN 1 Kuala Kurun, Batuah, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras siswa, disiplin tinggi, serta pembinaan intensif dari para guru. Pihak sekolah, kata dia, akan terus memperkuat ekosistem riset guna melahirkan lebih banyak talenta unggul yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.

Menurut Batuah, ISRC merupakan ajang ilmiah nasional yang berperan penting dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, dan inovatif siswa berbasis penelitian. Kompetisi ini diikuti ratusan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dengan karya-karya terbaik mereka.

Dalam ajang tersebut, karya siswa SMAN 1 Kuala Kurun mampu mencuri perhatian dewan juri. Inovasi yang dihadirkan dinilai tidak hanya kreatif, tetapi juga solutif serta memiliki nilai aplikatif dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Rasya meraih Juara 2 melalui penelitian berjudul “KAHAYAN PURAERO: Sistem Reduksi Aerosol PM2.5 Berbasis Serat Purun untuk Mitigasi Kabut Asap pada Ekosistem Gambut Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah”.

Sementara itu, Juara 3 diraih Samuel Panenganu lewat karya “BETANG-COOL: Optimalisasi Ventilasi Alami Rumah Betang untuk Kenyamanan Bangunan Tropis Modern dalam Mendukung SDGs 7, 11, dan 13”, yang mengangkat kearifan lokal sebagai solusi arsitektur ramah lingkungan.(Had/Hdk)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir