SAMPIT, HALODAYAK.COM – Aliansi Pemuda Kalteng Angkat Bicara (APKAB) mendesak Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) segera membuka perkembangan penyelidikan dugaan gratifikasi dan maladministrasi yang menyeret Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Desakan ini mencuat di tengah minimnya informasi resmi yang diterima publik terkait proses hukum yang sedang berjalan.
APKAB juga menyoroti lambannya penyampaian progres penanganan perkara yang sebelumnya telah dilaporkan secara resmi, lengkap dengan dokumen pendukung serta aksi penyampaian aspirasi. APKAB menegaskan dukungan terhadap langkah penyelidikan aparat penegak hukum.
Namun, mereka mempertanyakan komitmen transparansi Polda Kalteng yang hingga kini belum memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat. Kondisi ini dinilai memperlebar ruang spekulasi sekaligus memicu ketidakpercayaan publik.
Selain kasus dugaan gratifikasi Ketua DPRD Kotim, APKAB juga menyoroti penanganan kasus dana hibah KPU serta sejumlah perkara lain di Kalimantan Tengah yang dinilai belum menunjukkan kejelasan. Sejumlah kasus tersebut disebut masih “abu-abu” dan belum disampaikan secara terang kepada publik.
Ketua APKAB, Ridho, menegaskan bahwa dukungan terhadap aparat penegak hukum tidak bersifat tanpa batas.
“Kami mendukung penuh langkah penyelidikan yang dilakukan Polda Kalteng. Namun, dukungan itu bukan cek kosong. Aparat wajib terbuka, wajib menjelaskan progresnya, dan wajib membuktikan bahwa hukum di daerah ini berjalan tanpa kompromi,” ujarnya usai konsolidasi internal, Senin (4/5/2026).
Koordinator Lapangan APKAB, Andriyanto, menambahkan bahwa publik membutuhkan kepastian, bukan sekadar pernyataan.
“Jika memang ada proses, buka ke publik. Jika ada hambatan, sampaikan. Jangan bungkam. Jangan biarkan kasus besar terus menjadi kabut,” ucapnya.
APKAB memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka mendesak Polda Kalteng segera menyampaikan perkembangan penyelidikan melalui konferensi pers sebagai bentuk akuntabilitas publik.
“Jangan biarkan hukum terlihat tajam ke bawah, tumpul ke atas. Kami akan mengawal sampai terang,” pungkas Ridho. (San/Uni)




