PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – PT Bank Kalteng menggelar Workshop Kemitraan untuk menyelaraskan program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan prioritas pembangunan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Langkah ini bertujuan agar manfaat program lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, mengatakan tindak lanjut hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Kalteng pada 22 Mei 2026. Salah satu keputusan penting dalam rapat itu ialah pembagian dan penyaluran dana CSR.
Maslipansyah menjelaskan Bank Kalteng akan menyalurkan dana CSR kepada dua pihak. Pihak pertama ialah Bank Kalteng sebagai perusahaan. Pihak kedua ialah para pemegang saham yang terdiri atas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota.
“Ini sangat penting karena CSR bukan hanya bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat, tetapi juga bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” katanya, di Aula Eka Hapakat Lantai III Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (22/07/2026).
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, pembangunan juga memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan lembaga keuangan.
“Dalam konteks tersebut, program CSR memiliki peran strategis sebagai instrumen yang mampu mendukung berbagai prioritas pembangunan daerah. Prioritas itu meliputi peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga penguatan infrastruktur sosial,” katanya.
Linae menilai tema workshop tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Ia mengatakan keselarasan program CSR dengan prioritas pemerintah daerah akan memperkuat sinergi. Langkah itu juga mencegah tumpang tindih program dan memastikan setiap anggaran memberi manfaat optimal bagi masyarakat.
Ia berharap workshop tersebut dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai regulasi, tata kelola, dan implementasi CSR yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
“Saya berharap melalui diskusi dan pertukaran pengalaman dalam workshop ini lahir berbagai gagasan, rekomendasi, serta langkah konkret. Semuanya dapat menjadi acuan dalam menyusun dan melaksanakan program CSR PT Bank Kalteng agar semakin efektif, tepat sasaran, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah,” pungkasnya.(Uni/Red)




