PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Wastra Kalimantan Tengah terus memperluas eksistensinya di panggung nasional hingga internasional. Di tengah arus industri mode modern, Benang Bintik sebagai identitas budaya daerah tetap mendapat pengakuan yang semakin luas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Wastra Festival Dekranasda Kalteng. Agenda ini bertujuan memperkuat pelestarian dan promosi wastra khas daerah yang memiliki ragam motif dan nilai budaya.
Ketua Dekranasda Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran mengatakan kegiatan ini membuka wawasan dan memperluas jejaring bagi pengrajin, desainer, pelaku UMKM, serta generasi muda kreatif di Kalimantan Tengah.
“Keberadaan narasumber dalam Wastra Festival ini kami harapkan memberi wawasan, motivasi, serta membuka peluang dan jejaring yang lebih luas,” ucapnya, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (21/5/2026).
Aisyah menilai pelaku wastra tidak cukup hanya menjaga tradisi. Mereka juga harus beradaptasi dengan perkembangan industri fashion dan inovasi pemasaran modern.
Ia menyebut festival ini menjadi ruang pembelajaran. Materinya mencakup tren fashion, pemasaran digital, peningkatan kualitas produk, dan kolaborasi menghadapi persaingan pasar.
“Putra-putri dari 14 kabupaten/kota juga menampilkan potensi dan kekayaan wastra daerah melalui fashion show malam ini,” katanya.
Aisyah menegaskan Wastra Festival menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen daerah dalam menjaga identitas budaya.
Ia mengungkapkan Benang Bintik Kalteng telah tampil dalam Rolling Exhibition Osaka Expo 2025. Wastra ini juga hadir di Jakarta Fashion Week 2026 bersama desainer Ayu Dyah Andari.
Capaian tersebut menunjukkan produk budaya lokal Kalteng memiliki nilai tradisi sekaligus daya saing di industri kreatif modern.
Dekranasda Kalteng berharap wastra daerah tidak hanya menjadi warisan budaya. Lebih dari itu, wastra juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi kreatif yang meningkatkan kesejahteraan pengrajin dan pelaku UMKM. (Uni/Red)




