PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM — Suasana hangat menyelimuti kantor PT Jamkrida Kalteng pada Selasa (17/3/2026). Bagi belasan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hari itu bukan sekadar seremoni biasa, melainkan momentum bangkitnya harapan baru melalui penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan Tunai untuk Beragam Sektor, Total dana sebesar Rp26 juta disalurkan kepada 13 pelaku UMKM yang terpilih.
Masing-masing menerima bantuan modal senilai Rp2 juta. Penyerahan dilakukan langsung oleh Komisaris Utama Jamkrida Kalteng, Chris Philip Alessandro, didampingi Direktur Pemasaran, Obaid Mujahid Fahmy. Para penerima manfaat ini datang dari latar belakang usaha yang beragam, mulai dari kuliner, fesyen, tanaman hias, hingga jasa bimbingan belajar yang rutin mewarnai Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi di Kota Palangka Raya.
Suara dari Pelaku Usaha
Saliani (33), seorang pengusaha kuliner, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, akses modal seringkali menjadi tembok besar bagi pedagang kecil untuk naik kelas.
”Terima kasih kepada Jamkrida Kalteng. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk menambah modal usaha. Semoga ke depan usaha kami bisa semakin berkembang,” ujarnya optimis.
Sinergi dengan Program Pemerintah Daerah
Sementara itu, Chris Philip Alessandro menegaskan, langkah ini bukan sekadar rutinitas perusahaan, melainkan bentuk keselarasan visi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. “CSR kita ini sejalan dengan program Pak Gubernur selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) yang memiliki program bantuan ke masyarakat untuk stimulus ekonomi,” ungkap Chris.
Ia menambahkan, keberadaan perusahaan harus memberikan dampak positif yang nyata. “Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkuat struktur usaha para pelaku UMKM,” tegasnya.
Komitmen Berkelanjutan
Penyaluran CSR ini merupakan agenda tahunan Jamkrida Kalteng. Sebagai perusahaan penjaminan kredit daerah, Jamkrida terus berupaya menjadi katalisator ekonomi lokal melalui berbagai bentuk kegiatan sosial yang beragam.
Di balik angka Rp2 juta tersebut, ada pesan kuat yang ingin disampaikan: bahwa dukungan yang diberikan tepat sasaran dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang luar biasa di masa depan. Hdk/Hdr




