PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Training of Trainers (TOT) penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) pada 12–13 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi dan tata kelola keuangan UMKM serta lembaga berbasis komunitas.
BI Kalteng menggandeng UIN Palangka Raya melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta Masyarakat Ekonomi Syariah Kalteng. “Melalui kolaborasi ini, BI menyiapkan pendamping dan pengajar untuk klaster usaha pertanian, perikanan, dan peternakan,” jelas Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif BI Akhmad Jaeroni.
Ia juga menjelaskan, SIAPIK merupakan aplikasi pencatatan keuangan yang sederhana, terstandar, dan mudah diterapkan oleh pelaku usaha maupun lembaga berbasis komunitas.
“Dengan demikian, mempermudahkan para pelaku usaha mengelola keuangan,” katanya.
Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari perwakilan MES kabupaten/kota se-Kalteng dan dosen FEBI UIN Palangka Raya. BI Kalteng menugaskan para peserta menjadi trainer bagi UMKM binaan di daerah masing-masing.
Melalui program ini, BI Kalteng mendorong pelaku UMKM menyusun laporan keuangan yang rapi dan akuntabel. Dengan pencatatan yang baik, UMKM dapat meningkatkan kredibilitas dan memperluas akses pembiayaan formal. (Uni/Red)




