PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Adhi Nugroho, menegaskan inflasi yang rendah dan stabil menjadi kunci utama. Tentunya dengan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Adhi menyampaikan hal tersebut saat Sosialisasi dan Asistensi Penyusunan Pelaporan Kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Tengah 2025.
“Inflasi yang rendah dan stabil memudahkan kita mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan kondisi inflasi yang tidak terkendali,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa TPID memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas inflasi daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada kinerja inflasi di seluruh daerah.
Adhi menyampaikan, inflasi Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 3,13 persen. Angka tersebut masih berada dalam sasaran nasional, yakni 2,5 persen ±1 persen.
Meski demikian, ia meminta TPID tetap mencermati capaian tersebut karena berada di batas atas target nasional.
“Kondisi ini perlu kita jaga bersama. Angkanya relatif tinggi sehingga membutuhkan langkah konkret agar inflasi tetap rendah dan stabil,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Selama 2025, TPID telah menjalankan berbagai upaya pengendalian inflasi dan kini memasuki tahap pelaporan kinerja kepada pemerintah pusat.
Adhi juga mengingatkan pentingnya penyusunan laporan kinerja TPID yang sistematis dan komunikatif sesuai kriteria penilaian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Ia menganalogikan laporan tersebut seperti alur Sungai Kahayan yang harus runtut dari hulu hingga hilir agar mudah dipahami oleh penilai di tingkat nasional.
“Kerja keras selama 2025 akan sia-sia jika laporan tidak disusun dengan baik. Laporan TPID harus menjelaskan kondisi daerah, tantangan inflasi, praktik baik, serta rekomendasi kebijakan yang konkret,” tegasnya.
Adhi mengajak TPID Kalimantan Tengah untuk terus mengawal inflasi pada 2026. Ia menekankan empat strategi utama, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. (Uni/Red)




