25.9 C
Palangkaraya
spot_img

Bulog Kalteng Rampungkan Bantuan Pangan Jelang Natal, Cadangan Beras Terjamin hingga 10 Bulan

PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan proses penyaluran bantuan pangan tahun 2025 berjalan sesuai rencana dan berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal. Hingga pertengahan Desember, realisasi distribusi bantuan pangan untuk alokasi Oktober–November 2025 telah mencapai 94 persen dan ditargetkan sepenuhnya rampung sebelum Natal tiba.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Kalteng, Budi Sultika, menjelaskan bahwa sebelumnya Bulog telah menyelesaikan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juni–Juli 2025. Bantuan tersebut telah disalurkan kepada 93.161 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan capaian distribusi mencapai 100 persen.

“Untuk alokasi Oktober–November, jumlah penerima ditargetkan sebanyak 96.946 PBP. Hingga saat ini realisasi sudah mencapai 94 persen dan kami memastikan seluruh penyaluran akan selesai sebelum Natal,” ujarnya saat temu media di Kantor Perwakilan Bulog Kalteng, Kamis (18/12/2025).

Pada periode penyaluran Oktober–November 2025, Bulog Kalteng telah mendistribusikan beras sebanyak 1.918.000 kilogram serta minyak goreng sebesar 383.780 liter ke seluruh kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Tengah. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap dengan memaksimalkan pemanfaatan jaringan gudang Bulog yang tersebar di daerah.

Budi juga menegaskan bahwa kondisi ketersediaan stok pangan di Kalimantan Tengah saat ini berada dalam keadaan aman dan terkendali. Bulog Kalteng tercatat menguasai stok beras sekitar 14.763 ton, minyak goreng sebanyak 218 ribu liter, serta gula sebesar 117 ton yang tersimpan di seluruh gudang Bulog se-Kalteng.

“Dengan rata-rata konsumsi harian sekitar 50 ton atau sekitar 1.500 ton per bulan, cadangan beras yang ada mampu mencukupi kebutuhan masyarakat untuk 8 hingga 10 bulan ke depan,” jelasnya.

Selain menjaga kecukupan stok, Bulog Kalteng juga secara aktif memantau perkembangan harga dan ketersediaan pasokan di pasar, khususnya untuk komoditas minyak goreng dan gula, agar tetap stabil. Kegiatan penyaluran bantuan pangan, penyerapan gabah petani, serta pengadaan berbagai komoditas strategis terus dilakukan secara dinamis dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Bulog Kalteng mengakui adanya tantangan berupa keterbatasan kapasitas gudang seiring meningkatnya serapan hasil panen. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Bulog mengambil langkah dengan menyewa gudang milik pihak swasta serta menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

“Saat ini kami telah menyewa dua titik gudang di wilayah Sampit. Ke depan, kami juga tengah menginventarisasi gudang-gudang swasta lainnya serta berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk skema pinjam pakai maupun sewa gudang,” ungkap Budi.

Secara nasional, Bulog merencanakan pembangunan 100 titik gudang baru pada tahap pertama yang dijadwalkan mulai tahun 2026. Khusus untuk Kalimantan Tengah, Bulog menargetkan penambahan kapasitas penyimpanan hingga 40 ribu ton, terutama di daerah-daerah sentra pangan seperti Kapuas, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur.

“Pada tahap awal, kami mengusulkan pembangunan 2 hingga 4 gudang di wilayah sentra pangan tersebut. Tentunya hal ini membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan lahan,” pungkas Budi. (Uni/Vgs)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir