23.1 C
Palangkaraya
spot_img

Disdik Kalteng Pastikan AMB, PKDS, Tryout UTBK, dan Persiapan TKA Berlanjut pada 2026

PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah memastikan sejumlah program strategis peningkatan mutu pendidikan tetap berjalan pada 2026. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi daring bersama pengawas serta kepala SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) se-Kalteng, Sabtu (17/1/2026).

Reza menegaskan Asesmen Minat dan Bakat (AMB) tetap menjadi program prioritas. Ia menyebut hasil asesmen sebelumnya menunjukkan ribuan peserta didik di Kalimantan Tengah memiliki kecerdasan intelektual (IQ) di atas rata-rata, bahkan masuk kategori superior.

“Hasil ini sangat membanggakan. Namun, yang terpenting adalah tindak lanjutnya. Kami tidak boleh membiarkan potensi besar ini terabaikan,” tegas Reza.

Ia meminta kepala sekolah, tim kurikulum, kesiswaan, serta guru Bimbingan Konseling (BK) mengawal hasil AMB secara serius. Menurutnya, sekolah perlu memfasilitasi peserta didik berpotensi tinggi melalui kelas khusus, program pengayaan, dan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan.

Reza mengaku telah berkomunikasi dengan CEO Ingatan Gajah untuk kembali melakukan pengujian dan pendalaman kemampuan siswa dengan hasil IQ tinggi.

“Pada 2026 ini, kami kembali menguji dan mengasah potensi mereka agar Kalimantan Tengah melahirkan champion-champion baru,” ujarnya.

Selain AMB, Reza juga menyoroti capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kalteng yang menempati peringkat ke-15 dari 38 provinsi secara nasional. Ia menilai capaian tersebut cukup positif karena ribuan siswa meraih nilai tinggi, bahkan nilai 100 pada mata pelajaran fisika dan biologi.

Program Tryout UTBK juga terus berlanjut untuk mendorong lulusan SMA dan SMK melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hingga komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memberikan kesempatan kuliah gratis bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu yang telah terdata.

“Kami tidak ingin anak-anak Kalteng berhenti setelah lulus SMA atau SMK. Mereka harus melanjutkan pendidikan. Ini menjadi komitmen Pak Gubernur H. Agustiar Sabran,” tegasnya.

Sementara itu, Program Pengembangan Kompetensi Dasar Siswa (PKDS) tetap dilaksanakan. Begitu juga meminta sekolah tidak gentar menghadapi tekanan oknum tertentu.  Sekolah memanfaatkan situs resmi dan membentuk ekstrakurikuler jurnalistik.

“Biarkan peserta didik menulis dan mempublikasikan kegiatan sekolah. Cara ini melatih literasi sekaligus kemampuan berpikir kritis mereka,” pungkas Reza. (Uni/Red)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir