DUBAI, HALODAYAK.COM – Pemerintah Dubai menyiapkan pembangunan jalan berbahan emas sebagai ikon kawasan baru Dubai Gold District. Sehingga sebuah distrik terpadu khusus industri emas dan perhiasan.
Rencana tersebut kembali menarik perhatian dunia. Pemerintah Dubai merancang proyek ini sebagai yang pertama di dunia. Selain berfungsi sebagai infrastruktur kawasan, jalan emas juga akan menjadi daya tarik wisata untuk mendorong sektor pariwisata belanja internasional.
Media The Independent melaporkan rencana pembangunan tersebut. Namun, pemerintah Dubai belum mengungkap detail teknis terkait komposisi dan desain jalan emas tersebut.
Pemerintah Dubai menyatakan akan mengumumkan proyek ini secara bertahap seiring pengembangan kawasan. Dubai Media Office mengoordinasikan seluruh informasi resmi terkait kebijakan dan pengembangan proyek tersebut.
CEO Dubai Festivals and Retail Establishment, Ahmed Al Khaja, menegaskan bahwa emas memiliki peran penting dalam sejarah dan identitas ekonomi Dubai. Ia menilai pengembangan Dubai Gold District memadukan warisan perdagangan emas dengan konsep pariwisata modern berskala global.
Mengutip Time Out Dubai, kawasan Dubai Gold District akan menampung lebih dari 1.000 peritel di sektor emas, perhiasan, parfum, dan kosmetik. Pengelola kawasan juga akan membangun enam hotel baru untuk mendukung aktivitas wisata dan perdagangan.
Lokasi Dubai Gold District berada dekat dengan Gold Souk, pasar emas tertua di Dubai. Kedekatan tersebut dinilai dapat memperkuat konektivitas antara kawasan heritage dan pusat ekonomi modern.
Sementara itu, CEO Ithra Dubai, Issam Galadari, menyebut Dubai Gold District sebagai babak baru industri emas Dubai. Kawasan ini dirancang untuk mempertemukan pedagang, investor, peritel, dan merek global dalam satu ekosistem.
Ia menilai konsep tersebut sejalan dengan posisi Uni Emirat Arab sebagai salah satu eksportir emas terbesar dunia pada periode 2024–2025. (Uni/Red)




