22.3 C
Palangkaraya
Sabtu, Juli 13, 2024
spot_img

Gubernur Inisiasi Pertemuan Akbar Terkait Penanganan Karhutla dan Stunting

PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dikabarkan menginisiasi pertemuan dengan sejumlah elemen pemerintahan dan lembaga lintas sektor pada Senin (20/5/2024). Pertemuan itu dalam rangka pembahasan isu strategis terkait risiko kebakaran hutan dan lehan (karhutla) serta stunting.

Pertemuan yang rencananya akan berlangsung di GOR Indoor Jalan Tjilik RIwut Km 5 Kota Palangka Raya itu juga akan melibatkan seluruh perangkat desa. Termasuk mengundang Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kalteng.

“Gubernur telah menginisiasi pertemuan akbar tersebut sebagai wahana penyampaian pokok-pokok pikiran beliau. Sekaligus mengajak berdiskusi terkait masalah bencana alam khususnya karhutla dan banjir serta stunting,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Nuryakin, Kamis (16/5/2024).

Unsur yang diundang untuk menghadiri forum tersebut mencakup hampir semua elemen pemerintahan, legislatif, yudikatif, TNI-POLRI dan lembaga vertikal lainnya, Selain itu perguruan tinggi, lintas ormas, lembaga adat juga diundang untuk hadir. Dimana jumlah peserta diperkirakan ribuan orang.

“Seperti kita ketahui, gubernur selalu menekankan pentingnya keseriusan dalam penanganan karhutla, banjir dan stunting. Untuk itu perlu dibangun kesepahaman yang solid agar langkah dan upaya penanganan optimal,” jelasnya.

Momentum pertemuan akbar tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan masukan-masukan konstruktif, khususnya persoalan bencana alam dan stunting.

“Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjadi salah satu garda terdepan di tingkat desa dalam penanganan bencana. Untuk itu mereka turut diundang dalam pertemuan tersebut, ” pungkas Nuryakin.

Upaya penanganan yang dilakukan pemerintah provinsi sejauh ini terbilang sukses. Termasuk dalam percepatan penurunan stunting. DImana prevalensi stunting mampu diturunkan secara signifikan. Bahkan pada tahun 2020 prevalansi stunting Kalteng sebesar 32,30 persen, sementara pada tahun 2023 turun menjadi 23,5 persen.

“Semua dilakukan demi SDM Kalteng kedepan yang unggul dan tangguh untuk meraih peluang masa depan. Untuk itu semua stakeholder harus memiliki komitmen yang kuat dalam penanganan stunting. Akan halnya masalah bencana, baik karhutla maupun banjir,” tandasnya. (dik/hdk)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

5,928FansSuka
11,200PengikutMengikuti
3,004PelangganBerlangganan

Latest Articles

You cannot copy content of this page