JAKARTA, HALODAYAK.COM – Indeks Perkembangan Harga (IPH) di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, turun signifikan pada pekan ketiga Januari 2026. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya IPH sempat melonjak dan menempatkan sejumlah daerah dalam kelompok inflasi tertinggi pada Desember 2025.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut penurunan IPH sebagai hasil kerja keras pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga pasokan kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana.
“Daerah-daerah yang terdampak tadinya mengalami inflasi tinggi-tinggi (termasuk 5 daerah tertinggi). Pemerintah melibatkan Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional untuk memastikan distribusi berjalan lancar,” katanya, Selasa (27/1/2026).
Selain itu, pemerintah menyalurkan beras dan minyak goreng ke daerah sulit akses melalui jalur udara dengan helikopter dan pesawat Hercules.
Selanjutnya, dukungan infrastruktur bandara juga mempercepat distribusi logistik. Pemerintah memanfaatkan Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah serta sejumlah bandara di wilayah Nias untuk menjaga kelancaran pasokan pangan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2026 hanya beberapa daerah yang masih mencatat kenaikan IPH. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bener Meriah dan Kota Langsa di Aceh, Kabupaten Nias Selatan di Sumatera Utara, serta Kabupaten Tanah Datar dan Pasaman di Sumatera Barat.
Sementara itu, sebagian besar daerah lain di tiga provinsi tersebut telah mencatat penurunan harga bahan pokok.
“Capaian ini mencerminkan kuatnya sinergi lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah daerah. Oleh karena itu, pembukaan kembali akses jalan pascabencana turut mempercepat distribusi logistik sehingga inflasi dapat ditekan,”pungkasnya. (Uni/Red)




