23.1 C
Palangkaraya
spot_img

Jelang Ramadan, Kemendagri Minta Pemda Aktif Pantau Harga Bahan Pokok

JAKARTA, HALODAYAK.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) aktif memantau harga bahan pokok. Pemantauan ini penting menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Tomsi menyampaikan permintaan tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026. Rapat berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Kemendagri juga membahas antisipasi kenaikan harga tiket pesawat. Selain itu, peserta rapat mengevaluasi dukungan Pemda terhadap Program 3 Juta Rumah.

“Dimana menjelang Ramadan dan Idulfitri sering memicu lonjakan harga kebutuhan pokok. Karena itu, ia meminta kepala daerah dan jajarannya turun langsung ke lapangan,” ucapnya.

Ia mendorong Pemda berkomunikasi dengan para pedagang dan daerah penghasil. Langkah tersebut bertujuan menahan kenaikan harga selama Ramadan dan Lebaran.

“Tolong turun, kumpulkan teman-teman pedagang itu. Komunikasikan dengan daerah penghasilnya. Supaya kenaikan harga tidak terlalu tinggi,” ujar Tomsi.

Tomsi mengapresiasi penurunan harga sejumlah komoditas strategis. Komoditas tersebut meliputi telur, daging ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit.

Namun, ia mencatat kenaikan harga pada beberapa komoditas lain. Tomsi menyebut bawang putih dan minyak goreng sebagai contoh.

Terkait minyak goreng, Tomsi meminta Pemda segera melakukan intervensi. Ia mendorong penambahan stok Minyakita di daerah yang mengalami kenaikan harga.

Untuk komoditas beras, Tomsi meminta Perum Bulog lebih aktif. Ia menugaskan Bulog melakukan intervensi di daerah dengan harga beras tinggi.

“Untuk daerah dengan harga beras tinggi, cek kondisi Bulog di sana. Kalau kuota atau stok kurang, segera didorong,” tegasnya.

Tomsi juga menekankan pentingnya konsistensi pengendalian inflasi. Ia mengingatkan daerah dengan inflasi rendah tetap berisiko mengalami kenaikan.

“Daerah yang rendah bisa menjadi tinggi kalau lengah. Jadi harus dicek, dikomunikasikan, dan dikontrol lagi ke pasar,” katanya. (Uni/Red)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir