PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kalteng), Nurcahyo J.M., memimpin penanaman pohon endemik Kalimantan sekaligus membuka pasar murah di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Kalteng, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Nurcahyo bersama jajaran menanam pohon kayu ulin (Eusideroxylon zwageri). Pohon khas Kalimantan ini menjadi simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Di sisi lain, penanaman tersebut juga bertujuan memperindah ruang publik di kawasan Kantor Kejati Kalteng.
“Kegiatan ini menunjukkan kepedulian Kejaksaan terhadap masyarakat. Program tersebut juga mendukung stabilitas ekonomi daerah,” ucanya.
BACA JUGA : https://halodayak.com/gubernur-tekankan-penguatan-pancasila-dan-semangat-huma-betang/
Kegiatan ini merupakan wujud nyata peran Kejaksaan dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dan terjangkau, khususnya pada bulan Ramadan.
“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus mendukung pengembangan UMKM,” kata Nurcahyo
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Agustan Saining, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia datang bersama jajaran untuk mendukung program penghijauan di lingkungan kantor Kejati Kalteng.
Selain penanaman pohon, Kejati Kalteng juga menggelar pasar murah. Program ini membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan. Karena itu, panitia menyiapkan sekitar 1.000 paket sembako.
Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan 2 botol minyak goreng. Panitia membagikan paket tersebut secara gratis kepada petugas kebersihan dan masyarakat penerima manfaat.
Sementara itu, pelaksanaan pasar murah melibatkan berbagai pihak. Di antaranya Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Kalimantan Tengah dan IAD Daerah Palangka Raya. Selain itu, sejumlah organisasi perangkat daerah juga ikut berpartisipasi.
Beberapa instansi yang terlibat antara lain Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Koperasi dan UKM. Kemudian ada pula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalteng. (Uni/Red)




