PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Di balik setiap keputusan strategis Bank Indonesia (BI), ternyata terdapat kontribusi besar dari para mitra di tingkat daerah. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansyah Andrian, menekankan bahwa kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, akademisi, lembaga perbankan, serta dunia usaha menjadi fondasi utama untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat dan menjadi dasar pengambilan kebijakan nasional.
“Acara ini kami selenggarakan sebagai wujud apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh mitra kerja kami—mulai dari pemerintah daerah, sektor perbankan, perguruan tinggi, hingga dunia usaha—yang selama ini telah mendukung penyediaan data terkini bagi Bank Indonesia,” ujarnya pada kegiatan Temu Responden dan Mitra Kerja BI 2025, yang berlangsung di Kantor Perwakilan BI Kalteng, Rabu (13/11/2025).
Yuliansyah menjelaskan, seluruh data yang diperoleh melalui survei harian maupun bulanan dikompilasi dan dianalisis dengan seksama untuk memetakan tren perkembangan ekonomi di wilayah Kalteng.
“Data yang Bapak-Ibu kumpulkan memiliki nilai yang sangat strategis bagi kami, karena menjadi dasar dalam memprognosa serta memprediksi kondisi ekonomi daerah ke depan,” paparnya.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa data tersebut tidak hanya digunakan di tingkat daerah, tetapi juga dikirimkan ke kantor pusat Bank Indonesia. Data ini menjadi bahan pertimbangan penting dalam rapat Dewan Gubernur untuk menentukan arah kebijakan ekonomi nasional.
Menurut Yuliansyah, hasil survei lapangan juga mampu mencerminkan perilaku konsumen, perkembangan harga kebutuhan pokok, serta dinamika dunia usaha—semua faktor ini menjadi indikator utama dalam pengambilan keputusan ekonomi.
“Karenanya, kami sangat menghargai dedikasi semua pihak dalam memastikan data yang kami terima memiliki akurasi tinggi dan benar-benar merepresentasikan kondisi ekonomi sesungguhnya,” tegasnya.
Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, Bank Indonesia optimistis dapat menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi di daerah sekaligus memperkokoh dasar kebijakan moneter yang berbasis pada bukti nyata. (Uni/Vgs)




