PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Palangka Raya membagikan 10 ribu masker, 1.000 vitamin, dan 500 sachet obat batuk kepada warga.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian pemuda terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka juga ingin membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.
GP Ansor dan PMII menyasar warga yang beraktivitas di sejumlah ruas jalan. Lokasi pembagian meliputi Bundaran Kecil, Jalan RTA Milono, Jalan G Obos, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Diponegoro.
Ketua GP Ansor Kalimantan Tengah, Arjoni, mengatakan pihaknya ingin mendukung pemerintah menangani dampak kabut asap. Ia juga menyoroti tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalteng.
“Ini merupakan bentuk dukungan kami kepada pemerintah dalam menanggulangi dampak kabut asap. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalteng, kasus ISPA cukup tinggi. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan perlindungan dan perhatian,” ucapnya, Selasa (25/8/2026).
Arjoni juga mengapresiasi upaya pemerintah bersama TNI, Polri, dan masyarakat dalam menangani karhutla. Menurutnya, kolaborasi tersebut membantu mengendalikan kebakaran dan mencegah dampaknya meluas.
Ia meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap persoalan karhutla di Kalteng. Menurut Arjoni, karhutla cenderung berulang setiap tahun, terutama saat musim kemarau.
“Karhutla ini semestinya sudah bisa diprediksi setiap tahun. Karena itu, kita harus memetakan dan menyiapkan mitigasi sejak awal. Kita juga perlu mengantisipasi prediksi fenomena El Nino pada 2027,” ujarnya.
Arjoni menilai pemerintah pusat perlu memperkuat dukungan untuk mencegah dan menangani karhutla. Terlebih, pemerintah daerah saat ini menghadapi pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kita perlu dukungan pemerintah pusat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Anggaran daerah juga sedang mengalami pengurangan. Jangan sampai keterbatasan anggaran mengurangi upaya pencegahan bencana,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PMII Cabang Palangka Raya, M. Nasir, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa dan pemuda terhadap masyarakat. Mereka menyasar warga yang tetap beraktivitas di luar rumah saat kabut asap.
Nasir berharap masker, vitamin, dan obat batuk tersebut dapat membantu menjaga kesehatan warga. Ia juga mengajak masyarakat ikut mencegah karhutla dengan menjaga lingkungan.
“Harapan kami, bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kami juga ingin ikut mengurangi dampak karhutla, khususnya terhadap kesehatan warga,” ujarnya.
Nasir mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan. Ia mengajak warga mendukung langkah pemerintah dalam mencegah kebakaran dan mengurangi risiko meluasnya karhutla. (Uni/Red)




