Lewu Palangka Festival Jadi Panggung Seni dan Magnet Wisata Budaya

PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memberikan perhatian serius terhadap pelestarian seni dan budaya lokal, sebagai unsur penting dalam mempromosikan sektor pariwisata serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penyelenggaraan Lewu Palangka Festival 2025, yang menjadi ruang bagi pelaku seni untuk menyalurkan kreativitasnya.

Plt. Sekretaris Kota Palangka Raya, Arbert Toembak, menjelaskan bahwa festival ini merupakan ajang strategis yang melibatkan berbagai elemen, termasuk Dewan Kesenian Palangka Raya sebagai pihak yang mengelola dan mengkurasi ragam pertunjukan seni dalam rangkaian kegiatan.

“Festival ini menjadi panggung terbuka bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya-karya mereka. Kami berharap Dewan Kesenian dapat lebih menggali potensi seni daerah, khususnya pertunjukan bernuansa etnik yang saat ini mulai jarang terlihat, padahal sangat diminati,” ujar Arbert saat konferensi pers di Kantor Perwakilan BI Kalteng, Senin (14/7/2025).

Ia menekankan pentingnya mengangkat kembali tarian dan pertunjukan tradisional yang pernah berjaya di masa lalu, agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman. Lewu Palangka Festival dinilainya sebagai momen penting untuk menghidupkan kembali kekayaan budaya lokal yang otentik dan bernilai tinggi dalam dunia pariwisata.

“Festival ini bukan sekadar hiburan. Ia juga menjadi gerbang bagi wisatawan, baik domestik maupun internasional, untuk mengenal lebih dekat identitas budaya Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Arbret juga membuka peluang kerja sama pembiayaan, termasuk dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), guna mendukung keberlangsungan festival serta kegiatan seni lainnya. Ia memastikan bahwa informasi kegiatan dapat diakses melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya secara terbuka.

Lebih lanjut, pemerintah berharap agar festival ini dapat masuk dalam kalender tetap pariwisata tahunan, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-68 Kota Palangka Raya. Harapannya, partisipasi masyarakat dan minat wisatawan akan meningkat, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga.

“Kita ingin masyarakat merasa terhibur, namun juga menyadari bahwa seni dan budaya bisa menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Ini adalah bagian dari upaya membangun kota dengan identitas dan karakter,” pungkas Arbert. (Uni/Vgs)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir