23.6 C
Palangkaraya
spot_img

Makna Malam Nisfu Syaban dan Perbedaan Pandangan Ulama

HALODAYAK.COM – Malam Nisfu Syaban kerap dimaknai sebagian ulama sebagai waktu penetapan catatan amal, rezeki, dan ajal manusia. Pandangan tersebut merujuk pada firman Allah SWT, “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad-Dukhan: 4). Meski demikian, para ulama berbeda pendapat mengenai malam yang dimaksud dalam ayat tersebut.

Imam Al-Qurthubi dalam kitab Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an menyampaikan adanya pendapat yang mengaitkan ayat tersebut dengan Malam Nisfu Syaban. Namun, mayoritas ulama berpendapat bahwa Allah SWT menetapkan takdir secara menyeluruh pada Lailatul Qadar di bulan Ramadan.

Perbedaan pandangan tersebut mendapat perhatian Imam An-Nawawi. Dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, ia mengingatkan umat Islam agar menyikapi perbedaan secara moderat. Ia menganjurkan umat untuk memperbanyak doa dan ibadah tanpa meyakini keutamaan tertentu yang tidak memiliki dasar dalil sahih.

Secara bahasa, istilah Nisfu Syaban berasal dari kata nisfu yang berarti pertengahan dan Syaban sebagai nama bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Dengan demikian, Nisfu Syaban merujuk pada malam ke-15 bulan Syaban.

Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif, Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa para tabi’in di wilayah Syam memberi perhatian khusus terhadap Malam Nisfu Syaban. Mereka memandang malam tersebut sebagai waktu yang penuh rahmat dan ampunan.

Sejumlah hadis juga menguatkan pandangan tersebut. Hadis riwayat Ibnu Majah dan Musnad Ahmad bin Hanbal menyebutkan bahwa Allah SWT mengampuni mayoritas hamba-Nya pada Malam Nisfu Syaban. Namun, ampunan tersebut tidak berlaku bagi orang yang menyekutukan Allah dan mereka yang saling bermusuhan.

Imam Syafi’i, sebagaimana dinukil dalam kitab Al-Umm, menyebutkan bahwa Allah SWT mengabulkan doa pada lima malam. Salah satunya adalah Malam Nisfu Syaban. Riwayat Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman juga mendorong umat Islam untuk memperbanyak doa dan istighfar pada malam tersebut.

Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan antar sesama, serta saling memaafkan. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk penghayatan makna Malam Nisfu Syaban. (Red)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir