32.1 C
Palangkaraya
spot_img

Menyusuri Jejak Pengorbanan di Sanaman Lampang, Refleksi HUT Ke-69 Kalteng

PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Langit pagi di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang tampak teduh, Selasa (12/5/2026). Deretan pohon yang mengelilingi kawasan makam bergerak perlahan tertiup angin. Di antara barisan nisan para pejuang, suasana hening terasa begitu kuat.

Satu per satu peserta upacara memasuki area taman makam dengan langkah pelan dan tertib. Mereka mengenakan pakaian resmi serba rapi. Sejumlah karangan bunga terlihat tersusun di dekat tugu utama. Hari itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Upacara dan Ziarah Tabur Bunga dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.

Agustiar Sabran memimpin langsung prosesi tersebut. Dengan wajah serius, ia berdiri di hadapan tugu makam pahlawan saat penghormatan kepada arwah para pejuang dimulai. Suara komando upacara memecah kesunyian pagi. Seluruh peserta kemudian menundukkan kepala dalam doa.

Momentum itu bukan sekadar agenda tahunan. Di tempat tersebut, sejarah perjuangan seolah kembali hidup melalui doa dan penghormatan kepada mereka yang telah gugur demi bangsa dan daerah.

“Ziarah ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kita kepada para pahlawan yang telah berjuang demi daerah dan bangsa. Semangat perjuangan mereka harus terus kita lanjutkan dalam membangun Kalimantan Tengah,” ucapnya.

Usai penghormatan, Agustiar melangkah perlahan menuju tugu makam pahlawan untuk meletakkan karangan bunga. Prosesi berlangsung khidmat. Tidak ada suara selain langkah kaki peserta dan semilir angin yang berhembus di antara pusara para pejuang.

Setelah itu, jajaran Forkopimda, kepala OPD, dan peserta ziarah lainnya mengikuti prosesi tabur bunga. Kelopak-kelopak bunga berwarna merah, putih, dan kuning jatuh perlahan di atas makam para pahlawan. Tradisi sederhana itu menjadi simbol penghargaan atas jasa dan pengorbanan generasi terdahulu.

Bagi masyarakat Kalimantan Tengah, Sanaman Lampang bukan hanya kompleks pemakaman. Tempat itu juga menjadi ruang pengingat bahwa pembangunan daerah lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan banyak orang.

Agustiar menilai semangat pengabdian para pahlawan harus terus hidup dalam kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga persatuan dan melanjutkan nilai perjuangan.

“Kita ingin semangat pengabdian para pahlawan menjadi motivasi untuk terus menjaga persatuan, bekerja keras, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” tuturnya.

Peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar perayaan usia daerah. Di tengah perkembangan zaman dan tantangan pembangunan, ziarah di Sanaman Lampang menghadirkan pesan sederhana namun mendalam: kemajuan daerah tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar perjuangan para pendahulu.

Di antara taburan bunga dan doa yang terucap pagi itu, tersimpan harapan agar semangat pengabdian para pahlawan tetap hidup dalam langkah Kalimantan Tengah menuju masa depan yang harmonis, maju, dan berkelanjutan. (Uni/Red)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir