PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah dan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng memperkuat kolaborasi untuk mendorong sektor kelautan dan perikanan. Kolaborasi ini menyasar perluasan akses pembiayaan bagi nelayan, pembudidaya, dan UMKM perikanan.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyebut sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar bagi ekonomi daerah. Karena itu, OJK mendorong penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif serta pengembangan kawasan shrimp estate terintegrasi.
“Melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif, kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Oleh karena itu, fokus utama kami adalah masyarakat pesisir,” katanya, belum lama ini.
Selain itu, Kepala Dislutkan Kalteng Sri Widanarni menegaskan pengembangan sektor pesisir menjadi program strategis Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Oleh sebab itu, ia menilai sinergi dengan OJK sangat penting.
“Pengembangan sektor perikanan tidak bisa berjalan sendiri. Nelayan dan pelaku usaha membutuhkan akses pembiayaan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Selanjutnya, kedua pihak membahas pengembangan kawasan shrimp estate yang terintegrasi dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Integrasi ini diharapkan memperkuat rantai nilai perikanan daerah.
Di sisi lain, Sri Widanarni menyebut Kalimantan Tengah memiliki komoditas ekspor unggulan, seperti udang vaname. Menurutnya, dukungan pembiayaan menjadi kunci pengembangan komoditas tersebut.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin meningkatkan daya saing udang vaname,” pungkasnya. “Tujuannya jelas, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Kalteng,” pungkasnya. (Uni/Red)




