OJK Kalteng Dorong Buah Naga Jadi Motor Ekonomi

PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat pembiayaan sektor produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. OJK menjadikan pengembangan buah naga sebagai salah satu fokus utama karena komoditas ini berpotensi menjadi motor ekonomi baru di Bumi Tambun Bungai.

Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan sektor pertanian dan perkebunan memegang peran strategis dalam perekonomian daerah. Karena itu, OJK mendorong lembaga jasa keuangan memperluas akses pembiayaan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

“Kami melihat potensi komoditas buah naga di Kalimantan sangat menjanjikan. Produksinya telah mencapai 29,94 ribu ton atau tumbuh 22,02 persen secara tahunan (year on year/yoy). Tugas kami memastikan intermediasi perbankan yang kuat, sehat, dan tepat sasaran mampu mendukung momentum tersebut,” jelas Primandanu dalam rilis Triwulan II, baru-baru ini.

Primandanu menilai penyaluran kredit terus meningkat. Pada saat yang sama, kualitas pembiayaan juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) hanya mencapai 1,18 persen. Angka tersebut masih jauh di bawah ambang batas aman regulator sebesar lima persen.

“Rasio NPL yang sangat sehat ini menjadi bukti bahwa ekosistem usaha buah naga di Kalimantan Tengah tidak hanya prospektif, tetapi juga memiliki tata kelola risiko yang baik. Kondisi ini meningkatkan kepercayaan sektor jasa keuangan untuk terus menyalurkan pembiayaan,” katanya.

Selain memperluas pembiayaan, OJK juga membangun ekosistem usaha melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kalteng. OJK menggandeng pemerintah daerah, Bank Indonesia, Kadin, dan para pemangku kepentingan.

Mereka memperkuat rantai pasok sekaligus memperluas akses pasar bagi petani. Salah satu langkahnya ialah menyalurkan 440 kilogram buah naga lokal ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalteng.

“Kami ingin memastikan petani tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga kepastian pasar dan harga yang adil. Dengan pembiayaan yang kuat serta pasar yang jelas, kami optimistis sektor buah naga dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang lebih inklusif,” pungkas Primandanu. (Uni/Red)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir