PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Suasana di SPBU Tangkiling mendadak ricuh setelah operator terlibat cekcok dengan seorang pemilik kendaraan, Sabtu (5/7/2025). Ketegangan berupa adu mulut terjadi lantaran operator menolak melayani pengisian BBM terhadap pemilik kendaraan tersebut.
Akibat keributan tersebut sempat membuat suasana di sekitar SPBU menjadi gaduh. Namun hal itu tidak berlangsung lama setelah petugas kepolisian datang ke lokasi dan melakukan mediasi.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan membenarkan terjadinya adu argumen antara operator SPBU dengan seorang pemilik kendaraan.
“Dalam upaya menjaga situasi kamtibmas kami datang ke lokasi untuk melaksanakan problem solving atau penyelesaian masalah secara kekeluargaan,” kata kapolsek.
Kapolsek menjelaskan, perselisihan bermula saat salah satu warga yang hendak mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite ditolak oleh operator. Penolakan karena dianggap sudah melakukan pengisian sebelumnya.
“Penolakan itu memicu emosi hingga terjadi adu argumen,” ungkapnya.
Personel Polsek yang mendapat laporan langsung bergerak cepat ke lokasi. Namun saat tiba, kendaraan milik warga yang sempat ditinggalkan telah dibawa pulang oleh keluarganya. Pihak kepolisian kemiudian melakukan pendekatan dan mengajak kedua belah pihak untuk bertemu dan berdiskusi secara terbuka.
“Dalam pertemuan tersebut, pihak SPBU menjelaskan ketentuan pengisian BBM subsidi yang berlaku, yakni satu kali pengisian dalam sehari untuk mencegah pelangsiran,” terangnya.
Mediasi itu berjalan lancar dan warga dapat menerima penjelasan dari pihak SPBU. Warga pun menyatakan kesediaannya untuk mengikuti aturan dan meminta agar peraturan tersebut diberlakukan secara adil tanpa tebang pilih. Kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan saling memaafkan.
“Situasi berjalan aman dan damai. Ini menunjukkan pentingnya komunikasi terbuka dalam penyelesaian masalah di tengah masyarakat,” tandasnya. (dik/ris)




