26.9 C
Palangkaraya
spot_img

Optimalisasi Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Sektor Perkebunan Sawit Kalteng

PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), melalui Dinas Perkebunan (Disbun), terus mengintensifkan upaya untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal di sektor perkebunan, terutama di bidang kelapa sawit. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi erat dengan perusahaan besar serta dukungan dari institusi pendidikan, dengan tujuan meningkatkan peluang kerja dan kesejahteraan masyarakat Kalteng.

Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, M. Rizky R. Badjuri, menyampaikan bahwa pihaknya telah meluncurkan sebuah inovasi melalui aplikasi digital yang dirancang khusus untuk mencetak tenaga kerja lokal, termasuk dari kalangan generasi muda dari berbagai wilayah di Indonesia, terutama dari Kalteng.

“Kami menghadirkan sebuah terobosan melalui aplikasi ini, untuk mencetak tenaga kerja lokal dari seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Mereka tetap merupakan bagian dari kita,” ujar Rizky saat memberikan keterangan di Aula Dinas Perkebunan Kalteng, Senin (29/9/2025).

Lebih lanjut, Rizky menjelaskan bahwa pihaknya akan melibatkan institusi pendidikan tinggi melalui forum diskusi kelompok atau Focus Group Discussion (FGD), guna mendorong pengembangan fakultas dan program studi (prodi) perkebunan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

“Ke depan kita akan adakan FGD bersama universitas. Kita dorong agar fakultas dan prodi perkebunan dari luar bisa secara bertahap menyesuaikan dengan kebutuhan sektor ini,” terangnya.

Disbun Kalteng juga memperkenalkan sebuah platform baru bernama Daya Kerja, yang merupakan hasil gagasan pemuda Kalteng dan dikembangkan dengan dukungan penuh dari dinas. Platform ini diharapkan mampu menjadi penghubung antara para pencari kerja dengan perusahaan, sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

“Platform Daya Kerja ini merupakan inovasi dari teman-teman pemuda Kalteng yang kami sinergikan dengan program Dinas Perkebunan,” imbuh Rizky.

Ia menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal tidak hanya difokuskan pada level pekerja lapangan, tetapi juga mencakup tenaga kerja profesional. Rizky mencontohkan bahwa sudah ada perusahaan di Kabupaten Gunung Mas yang memberi kesempatan kepada tenaga lokal hingga menjabat sebagai asisten manajer.

“Jadi bukan hanya terbatas pada pekerja kebun saja, tetapi juga untuk tenaga profesional. Lulusan universitas bisa magang terlebih dahulu, dan setelah lulus langsung dapat diserap ke dunia kerja,” jelasnya.

Saat ini, terdapat 210 perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Kalimantan Tengah, terdiri atas 204 perusahaan kelapa sawit serta beberapa perusahaan karet. Pemerintah daerah melalui Disbun akan terus mendorong komitmen dari perusahaan-perusahaan tersebut, antara lain melalui koordinasi dengan asosiasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).

“Dengan adanya komitmen dari perusahaan, sinergi yang kuat bersama pemerintah, dan dukungan dari perguruan tinggi, kami optimis tenaga kerja lokal akan semakin terserap. Inilah langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkas Rizky. (Uni/Vgs)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir