26.9 C
Palangkaraya
spot_img

Pacquiao Bidik Rekor: Comeback di Usia 46 Tahun Demi Gelar Welter Tertua

HALODAYAK.COM – Legenda tinju dunia asal Filipina, Manny Pacquiao, kembali naik ring di usia 46 tahun dengan tekad memecahkan rekor pribadi dan sejarah dunia: menjadi petinju tertua yang merebut gelar juara dunia kelas welter. Pacquiao dijadwalkan menantang juara WBC kelas welter, Mario Barrios, dalam laga utama bertajuk PBC on Prime Pay-Per-View pada 19 Juli 2025, yang digelar di arena ikonik MGM Grand Garden Arena, Las Vegas.

Pertarungan ini menjadi lebih spesial karena hanya beberapa hari sebelum itu, Pacquiao akan resmi masuk Hall of Fame Tinju Dunia, sebuah pengakuan tertinggi atas karier luar biasanya sebagai satu-satunya petinju yang menyandang gelar dunia di delapan kelas berbeda.

Empat tahun pensiun ternyata belum memadamkan semangat bertarung Pacquiao. Ia mengungkapkan dengan jujur bahwa kerinduannya di ring sangat tidak terbendung.

“Saya kembali karena saya rindu tinju. Terutama suasana seperti konferensi pers, kamp latihan, berbicara dengan media. Saya rindu itu semua,” kata Pacquiao, saat konferensi pers di Los Angeles bersama pembawa acara PBC, Ray Flores, Sabtu (7/6/2025).

Mantan senator Filipina ini menambahkan, istirahat panjang selama empat tahun menjadi waktu yang cukup untuk memulihkan tubuhnya setelah lebih dari 30 tahun berkarier di ring. Kini, dengan semangat baru, ia siap kembali bertarung demi warisan.

“Tujuan saya bukan hanya untuk bertarung. Saya ingin meninggalkan warisan abadi bagi generasi muda yang ingin menjadi juara,” tuturnya.

Pacquiao terakhir kali naik ring pada Agustus 2021, dan menderita kekalahan angka dari Yordenis Ugas. Kini, ia kembali bukan hanya untuk menang, tetapi mencetak sejarah baru.

Kemenangan atas Mario Barrios akan menjadikannya yakni Juara dunia welter tertua sepanjang masa (melampaui rekor dirinya sendiri saat merebut gelar di usia 40 tahun). Satu-satunya petinju dalam sejarah yang berhasil comeback dan memenangkan gelar dunia setelah resmi masuk Hall of Fame.

Tak ada petinju sebelumnya bahkan legenda seperti Alexis Arguello atau Sugar Ray Leonard yang berhasil melakukannya. Mario Barrios, 30 tahun, pemegang rekor 29-2-1 (18 KO), bukan lawan sembarangan. Maka lebih muda, lebih segar, dan saat ini diunggulkan oleh banyak bursa taruhan dengan odds -333 melawan Pacquiao.

Namun, sejarah menunjukkan Pacquiao kerap tampil brilian ketika tidak diunggulkan termasuk saat mengalahkan Keith Thurman pada Juli 2019 dan merebut sabuk WBA di usia 40 tahun. Laga itu juga berlangsung di MGM Grand, yang kini akan kembali menjadi saksi misinya mencatat sejarah.

Karier Pacquiao di panggung Amerika dimulai dari MGM Grand, saat ia menghentikan Lehlohonolo Ledwaba pada 2001. Sejak itu, mencatat rekor 10-4-1 dari 15 penampilan di arena yang menjadi saksi kebesarannya. Laga melawan Barrios akan menjadi penampilan ke-16 di tempat yang sama.

Lebih dari sekadar gelar, Pacquiao menyebut, misinya kali ini sebagai bentuk pesan bagi generasi mendatang. “Saya ingin generasi muda melihat bahwa dengan kerja keras dan keyakinan, tidak ada yang mustahil. Ini tentang meninggalkan warisan bukan hanya sabuk, tapi inspirasi,” ungkapnya.

Kembalinya Manny Pacquiao bukan sekadar nostalgia. Ini adalah misi yang sarat makna menantang usia, sejarah, dan ekspektasi publik. Petinju kidal dari Filipina ini ingin membuktikan satu hal bahwa semangat juang sejati tak pernah pensiun. Uni/Hdk

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir