BARITO UTARA, HALODAYAK.COM — Mayjen TNI Jamallulael, Panglima Kodam XII/Tanjungpura, menegaskan bahwa sinergi dan kekompakan antar unsur pimpinan daerah menjadi pondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, terutama menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Barito Utara.
“Saya merasa bangga bisa hadir langsung di Muara Teweh bersama Gubernur dan Kapolda. Kehadiran kami menunjukkan bahwa di tingkat pimpinan provinsi terdapat kekompakan yang kuat. Kebersamaan ini harus menjadi contoh teladan bagi seluruh jajaran di bawahnya,” ujar Mayjen Jamallulael saat melakukan kunjungan kerja bersama Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, di Markas Kodim 1013/Muara Teweh pada Selasa, 8 Juli 2025.
Pangdam menambahkan bahwa sinergi tersebut merupakan kunci utama untuk melewati situasi yang penuh tantangan, termasuk dalam menjaga stabilitas keamanan menjelang agenda politik yang akan digelar di wilayah tersebut.
Selain itu, Mayjen Jamallulael mengungkapkan rasa syukurnya karena akhirnya dapat mengunjungi Barito Utara secara langsung setelah beberapa kali jadwal kunjungannya tertunda. Kunjungan ini bukan hanya untuk melepas keberangkatan prajurit Batalyon 631 yang akan bertugas di Papua, tetapi juga sebagai wujud perhatian serius terhadap kondisi keamanan daerah, khususnya dalam konteks pelaksanaan PSU.
“Kehadiran saya di sini juga terkait PSU. Kami ingin memastikan semua tahapan berjalan aman dan tertib. Saya berharap semua pihak, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dapat bekerja lebih tegas dan efektif,” tegasnya.
Pangdam pun mengimbau seluruh pihak untuk terus menjaga kondusivitas wilayah dan menghindari segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Dengan demikian, TNI akan selalu berada di garis terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mendukung terlaksananya proses demokrasi yang jujur serta adil,” pungkas Mayjen Jamallulael. (Uni/Vgs)




