PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) resmi menyinkronkan kembali unit pembangkit PLTU Kalteng-1 ke jaringan PT PLN (Persero) pada Rabu (5/8) pukul 13.10 WIB. Langkah ini menandai keberhasilan tim dalam memulihkan sistem kelistrikan setelah menyelesaikan pemeliharaan tidak terencana akibat kerusakan pada salah satu pipa boiler.
Public Affairs Head PT SLK, Maulana Muhammad, mengungkapkan bahwa keberhasilan pemulihan unit pembangkit tersebut tak lepas dari upaya percepatan perbaikan yang terukur serta dukungan penuh berbagai pihak. Tim teknis menggenjot pengerjaan perbaikan agar pasokan listrik dapat kembali masuk ke sistem sesuai standar keandalan.
“Alhamdulillah, berkat doa dari semua pihak, PT SKS Listrik Kalimantan berhasil sinkron ke jaringan PLN pada hari Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 13.10 WIB,” tegas Maulana.
Maulana menjelaskan bahwa penanganan tidak terencana pada PLTU Kalteng-1 telah berjalan sejak 22 Juli 2026. Tim perbaikan bekerja ekstra untuk memastikan seluruh komponen pembangkit berfungsi normal sebelum menyuplai kembali energi listrik ke sistem interkoneksi Kalimantan.
“Pemeliharaan tidak terencana yang dimulai pada tanggal 22 Juli 2026 karena kerusakan pada salah satu pipa boiler selesai sesuai target yang diberikan oleh PLN,” kata Maulana menegaskan komitmen perusahaannya.
Dengan kembalinya PLTU Kalteng-1 ke dalam jaringan utama, PT SLK memastikan pembangkit siap beroperasi secara optimal. Langkah ini berdampak langsung pada penguatan pasokan daya listrik, khususnya untuk menopang keandalan sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Integrasi kembali PLTU Kalteng-1 menjadi elemen vital dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan. Keberhasilan ini sekaligus menambah kemampuan pasokan daya secara signifikan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat secara berkelanjutan.(red)




