PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kota Palangka Raya terus mengawasi distribusi bahan bakar minyak (BBM). Pengawasan ini dilakukan di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Jalan G Obos.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Tengah Baru I Sangkai menyampaikan bahwa petugas di lapangan kesulitan mengidentifikasi pelangsir BBM. Hal ini terjadi karena antrean didominasi kendaraan masyarakat umum.
“Tim di lapangan juga kebingungan menentukan kategori pelangsir, karena hampir semua kendaraan terlihat seperti masyarakat umum yang memang ikut antre membeli BBM,” katanya, Kamis (7/5/2026).
Baru menjelaskan bahwa hasil pemantauan sementara belum menunjukkan adanya pola pelangsiran yang jelas dalam antrean tersebut.
Ia juga menyebutkan bahwa Pertamina memastikan stok BBM di Kota Palangka Raya dalam kondisi aman. Selain itu, distribusi BBM tetap berjalan normal.
Namun demikian, antrean panjang kendaraan masih terjadi di beberapa SPBU. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Pemerintah bersama instansi terkait kemudian mengevaluasi pola distribusi BBM. Mereka juga meninjau perilaku pembelian masyarakat untuk mencari penyebab antrean yang terus berulang.
Melalui pengawasan tersebut, pemerintah berharap distribusi BBM menjadi lebih tertib dan tepat sasaran. Pemerintah juga ingin memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa menimbulkan antrean panjang.
“Ya, semoga saja hal ini cepat normal seperti semula,” pungkasnya. (Uni/Red)




