PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa program beasiswa dan sekolah gratis benar-benar tepat sasaran, khususnya bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu, terutama yang berada di wilayah pedalaman. Penegasan ini disampaikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng sebagai respons atas isu penambahan kuota beasiswa serta mekanisme pendistribusian seragam sekolah gratis.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo, menjelaskan bahwa rencana penambahan kuota beasiswa hingga saat ini masih berada dalam tahap penghitungan dan evaluasi. Proses tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti jumlah lulusan setiap tahun, kemampuan keuangan daerah, serta rasio penerima manfaat program sekolah gratis yang telah berjalan.
“Saat ini, dari kuota beasiswa yang telah disediakan, realisasi jumlah penerima masih tergolong kecil. Hal ini disebabkan adanya evaluasi yang cukup ketat, menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada tahun 2024 terkait ketepatan sasaran penerima bantuan,” ujarnya saat diwawancarai awak media usai pembukaan Festival Olahraga dan Seni SMA/SMK, Senin (15/12/2025).
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan agar program beasiswa tidak salah sasaran dan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, proses seleksi dan verifikasi dilakukan secara lebih cermat agar bantuan pendidikan tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerimanya.
Dinas Pendidikan Kalteng juga mengakui adanya kondisi ironis di lapangan, di mana masih ditemukan siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang belum terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kendati demikian, Pemprov Kalteng tetap berupaya memberikan bantuan melalui mekanisme verifikasi lapangan yang mengacu pada kondisi riil masyarakat, termasuk penilaian terhadap kelayakan tempat tinggal dan situasi ekonomi keluarga.
“Selain program beasiswa, program seragam sekolah gratis juga dipastikan mulai direalisasikan pada Januari mendatang. Saat ini, seluruh seragam telah tersedia di masing-masing sekolah dan tengah melalui proses pemeriksaan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, agar seragam yang diberikan layak, nyaman, dan sesuai untuk digunakan oleh para siswa,” jelas Reza.
Ia menambahkan, pendistribusian seragam sekolah gratis tersebut akan dilakukan setelah penetapan Kartu Huma Betang, yang menjadi salah satu instrumen utama dalam penyaluran bantuan pendidikan di Kalimantan Tengah. Penyaluran bantuan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa, dengan prioritas utama diberikan kepada mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Oleh karena itu, seluruh kebijakan pendidikan yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur berorientasi pada kepentingan masyarakat, dengan fokus utama membantu warga tidak mampu serta masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman. Untuk itu, pemerintah juga mengajak pemerintah kabupaten/kota serta insan media agar bersama-sama mengawal dan mengawasi kebijakan pendidikan ini, sehingga generasi muda Kalimantan Tengah mampu meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (Uni/Vgs)




