Pemprov Kalteng – KPK Dorong Sertifikasi Aset Daerah, BPN Targetkan 1.427 Bidang Tahun Ini

PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam upaya mempercepat penertiban dan sertifikasi Barang Milik Daerah (BMD). Langkah ini diambil guna menjamin perlindungan aset pemerintah dari potensi penyalahgunaan.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Sunarti, menegaskan bahwa pencegahan korupsi dalam pengelolaan aset daerah harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek administratif, fisik, hingga legalitas hukum.

“Langkah-langkah seperti pencatatan, pemasangan tanda batas, dan penerbitan sertifikat sangat penting agar aset daerah tidak rentan terhadap sengketa maupun peralihan secara ilegal,” tegas Sunarti dalam Rapat Koordinasi dan Pemantauan Tindak Lanjut Penertiban Aset BMD yang berlangsung di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (12/8/2025).

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan dalam penertiban BMD tidak bisa dicapai tanpa komitmen kuat serta kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, BPN, dan institusi penegak hukum.

“Kami ingin semua pihak bergerak secara sinergis agar seluruh permasalahan yang menyangkut tanah milik daerah bisa diselesaikan secara menyeluruh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Kalteng, Fitriayani Hasibuan, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 ini, pihaknya menargetkan sertifikasi terhadap 1.427 bidang tanah. Jumlah tersebut terdiri dari 1.302 bidang milik pemerintah kabupaten/kota dan 125 bidang milik Pemprov Kalteng. Namun hingga saat ini, baru 381 bidang yang berhasil disertifikasi atau sekitar 27 persen dari total target.

“Kami mendorong para kepala kantor pertanahan di setiap daerah agar lebih proaktif dalam berkoordinasi, bahkan secara langsung dengan bupati atau sekda. Karena perubahan objek sertifikasi hanya bisa dilakukan hingga akhir Agustus 2025,” jelas Fitriayani.

Ia juga menyoroti bahwa beberapa daerah, seperti Kota Palangka Raya, Barito Timur, dan Lamandau, hingga kini belum menunjukkan progres pencapaian.

“Kalau semua pihak mau bergerak dengan cepat dan konsisten, saya yakin target tahun ini bisa tercapai,” pungkasnya. (Uni/Vgs)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir