PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan tidak akan mengurangi jam belajar di sekolah. Penegasan ini muncul di tengah isu penerapan sekolah daring yang berkembang di Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo, mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Gubernur Kalteng.
Ia menegaskan, pemerintah justru akan memperkuat proses pembelajaran melalui peningkatan kegiatan ekstrakurikuler. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan pengembangan potensi siswa.
“Tidak ada pengurangan jam belajar. Justru kami akan meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler agar lebih masif,” ucapnya, ketika diwawancarai awak media usai kegiatan di Istana Isen Mulang, Selasa (31/3/2026) malam.
BACA JUGA : https://halodayak.com/gubernur-kalteng-lantik-linea-victoria-aden-sebagai-pj-sekda/
Ia memastikan seluruh hak pendidikan siswa tetap terpenuhi. Pemerintah juga menilai anggaran sektor pendidikan masih mencukupi di Kalteng.
Selain itu, ia menegaskan tidak ada rencana pengurangan hari sekolah maupun penerapan pembelajaran daring secara penuh di wilayah Kalteng.
“Kalau bicara kesiapan, sebenarnya Kalteng siap untuk pembelajaran online. Namun, Bapak Gubernur tidak menginginkan hal tersebut,” jelasnya.
Pemprov Kalteng menilai pembelajaran tatap muka tetap menjadi pilihan utama. Metode ini dinilai lebih efektif dalam membentuk karakter dan kedisiplinan siswa.
“Pembelajaran tatap muka penting agar karakter anak-anak dapat terbentuk dengan lebih baik,” pungkasnya. (Uni/Red)




