PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam membangun pembinaan olahraga catur jangka panjang ditunjukkan melalui pelaksanaan Open Turnamen Catur Kategori III Tingkat Nasional Gubernur Cup 2025 yang resmi dibuka oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan sekaligus regenerasi atlet catur daerah.
Pembukaan turnamen dirangkai dengan pelantikan dan pengukuhan Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Tengah masa bakti 2025–2029, serta peluncuran Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Catur Junior Kalteng sebagai fondasi pembinaan atlet usia dini.
Ketua Umum Pengurus Besar Percasi, Grand Master (GM) Utut Adianto, secara langsung melantik jajaran Pengprov Percasi Kalteng. Dalam struktur kepengurusan tersebut, Andrie Elia Embang dipercaya sebagai Ketua Percasi Kalteng, dengan Ilham Busra sebagai Sekretaris dan Suryanto sebagai Bendahara, serta didukung koordinator dan anggota berbagai bidang.
Open Turnamen Catur Gubernur Cup 2025 menjadi ajang implementasi nyata pembinaan prestasi, dengan total 630 peserta yang terdaftar melalui panitia. Peserta kategori umum terbuka berjumlah 276 orang yang datang dari 16 provinsi di Indonesia. Selain itu, turnamen juga diikuti 18 peserta kategori antarwartawan se-Kalteng, 63 peserta antar ASN se-Kalteng, serta 273 peserta dari kalangan pelajar SD, SMP, dan SMA se-Kalteng.
Panitia menjadwalkan pertandingan berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 15–18 Desember 2025, bertempat di GOR Indoor Km 5 Jalan Tjilik Riwut. Pertandingan digelar sejak pukul 08.00 hingga 23.00 WIB setiap harinya.
Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa penyelenggaraan Gubernur Cup bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi sarana pembentukan mental, karakter, dan daya saing atlet catur, khususnya generasi muda Kalimantan Tengah.
“Turnamen ini kami harapkan menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan atlet catur yang tangguh dan berprestasi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” ujarnya saat memberikan sambutan di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Minggu malam (14/12/2025).
Menurutnya, olahraga catur memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda karena melatih ketenangan, kemampuan berpikir logis, serta pengambilan keputusan yang matang.
“Catur bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi membangun attitude, mindset, dan karakter yang kuat bagi generasi muda,” tegas Agustiar Sabran.
Hal senada disampaikan GM Utut Adianto yang menilai catur sebagai olahraga edukatif yang sangat relevan untuk pembinaan intelektual. Ia menyebut catur mengajarkan cara berpikir sistematis, terstruktur, serta kemampuan membaca dan mengantisipasi strategi lawan.
“Dalam catur, pemain belajar berpikir ke depan, memahami langkah sendiri dan lawan, serta mengambil keputusan terbaik dalam tekanan,” kata Utut.
Utut juga mengapresiasi langkah Pemprov Kalteng yang meluncurkan Pusdiklat Catur Junior sebagai pusat pembinaan terintegrasi. Menurutnya, keberadaan pusdiklat menjadi kunci lahirnya atlet unggulan yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional.
Peluncuran Pusdiklat Catur Junior ditandai dengan penekanan hand scanning pada layar tablet oleh Gubernur Agustiar Sabran bersama GM Utut Adianto, disaksikan unsur Forkopimda dan tamu undangan.
Pusdiklat Catur Junior menjadi salah satu terobosan strategis Gubernur Agustiar Sabran dalam mengembangkan potensi atlet catur Kalimantan Tengah secara berkelanjutan bersama Percasi Kalteng. Program pelatihan dirancang berjalan rutin dengan melibatkan pelatih bersertifikat dan berpengalaman, baik dari tingkat pusat maupun daerah, termasuk menghadirkan atlet sebagai sparing partner.
Pusat pelatihan tersebut menempati eks gedung Perpustakaan Islam Palangka Raya yang dinilai strategis karena berada di lingkungan satuan pendidikan. Lokasi ini diharapkan mampu mendukung pembinaan atlet usia dini secara berkesinambungan dan terarah. (Uni/Vgs)




