PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendorong DPW Permapendis Kalteng berperan aktif meningkatkan mutu pendidikan Islam di daerah. Pasalnya, menjadi mitra strategis mewujudkan pendidikan Islam yang moderat, adaptif, dan berkemajuan.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalteng, Rus’ansyah, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
“Saya berharap amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas demi kemajuan pendidikan Islam di Bumi Tambun Bungai,” ucapnya, saat menghadiri pelantikan DPW Permapendis Kalteng periode 2026–2030 di Aula Jayang Tingang, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, pendidikan menjadi pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pengelola pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan global.
“Pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan. Pendidikan juga membentuk karakter, moralitas, dan wawasan kebangsaan generasi penerus,” katanya.
Ia menilai Permapendis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas manajemen pendidikan Islam.
Menurutnya, organisasi tersebut menjadi wadah bagi para manajer pendidikan untuk bertukar gagasan dan meningkatkan kompetensi. “Permapendis juga dapat merumuskan kebijakan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Pemprov Kalteng pun menyambut baik kehadiran DPW Permapendis di daerah tersebut.
Rus’ansyah berharap organisasi itu dapat mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis keislaman.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Permapendis Indonesia, Badrudin, mengatakan pembentukan DPW Permapendis Kalteng merupakan bagian dari penguatan organisasi.
Saat ini, Permapendis Indonesia telah memiliki delapan DPW yang tersebar di berbagai provinsi. “DPW Permapendis menjadi perwakilan pengurus pusat untuk menjalankan berbagai program organisasi di daerah,” ujarnya.
Badrudin menambahkan, Permapendis akan meluncurkan sejumlah program strategis dalam waktu dekat. Salah satunya adalah peningkatan kualitas pengelola lembaga pendidikan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Manajemen Pendidikan Indonesia.
Selain itu, Permapendis juga akan menjalankan program sertifikasi profesi bagi pengelola pendidikan Islam. Saat ini, organisasi tersebut telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang Manajemen Pendidikan Islam yang mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Alhamdulillah, Permapendis Indonesia sudah memiliki LSP bidang Manajemen Pendidikan Islam. Langkah ini penting untuk meningkatkan profesionalisme pengelola pendidikan Islam,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua DPW Permapendis Kalimantan Tengah, Ahmadi, menegaskan kesiapan pihaknya menjalankan program kerja dari pengurus pusat.
Menurut Ahmadi, masih banyak pengelola pendidikan Islam di daerah yang belum mengantongi sertifikasi kompetensi. Sehingga DPW Permapendis Kalteng akan fokus mendorong peningkatan kapasitas dan sertifikasi para manajer pendidikan Islam.
“Ke depan, kami akan merangkul para manajer pendidikan Islam di seluruh Kalimantan Tengah agar lebih profesional dan memiliki sertifikat kompetensi. Itu menjadi fokus kami,” pungkasnya. (Uni/Red)
