23.7 C
Palangkaraya
spot_img

Peserta PIM II BPSDM Kalteng Gali Praktik Baik UMKM Desa dalam VKN ke Banyuwangi

PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Nunu Andriani, menegaskan bahwa Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PIM II). Kegiatan ini dirancang untuk mendorong peserta dalam mendiagnosis isu-isu aktual sekaligus menyusun rekomendasi strategis yang relevan untuk diterapkan di instansi masing-masing.

“Visitasi ini menjadi momentum yang sangat berharga untuk menyerap berbagai bentuk inovasi dan pengalaman, terutama dari praktik-praktik baik yang telah diterapkan di Kabupaten Banyuwangi dalam pemberdayaan UMKM desa,” ujar Nunu Andriani dalam keterangannya baru-baru ini.

Dalam kunjungan tersebut, para peserta VKN mendapat kesempatan untuk mempelajari secara langsung peran strategis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah terbukti menjadi pilar penting dalam memperkuat kemandirian desa sekaligus menjadi motor penggerak UMKM. Model pengelolaan BUMDes di Banyuwangi dinilai inovatif dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain itu, sesi kunjungan juga menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Banyuwangi, Budi Santoso, yang membawakan materi mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pengembangan UMKM. Ia menekankan bahwa digitalisasi merupakan kunci utama dalam memperluas akses pasar, mempercepat layanan, serta meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan global.

Atas nama BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya kepada para narasumber yang telah bersedia berbagi wawasan dan pengalaman dalam pengembangan UMKM desa.

“Melalui pembelajaran lapangan ini, kami berharap wawasan dan pengalaman yang diperoleh dapat memperkaya sudut pandang para peserta dalam merancang langkah-langkah inovatif yang akan dituangkan dalam proyek perubahan di daerah masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan bahwa VKN bukan hanya sekadar kegiatan kunjungan, namun menjadi bagian penting dari proses transformasi kepemimpinan. Ilmu dan inspirasi yang diperoleh diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap tata kelola pemerintahan yang semakin baik dan pelayanan publik yang berkualitas.

“Kami berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pembelajaran ini dalam proyek perubahan mereka, sebagai bentuk kontribusi dalam menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan efektif,” pungkas Nunu. (Uni/Vgs)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir