PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) menargetkan pemadaman listrik bergilir berakhir pada 5 Agustus 2026. Namun, sistem kelistrikan masih berstatus siaga hingga 25 Agustus 2026.
PLN menargetkan seluruh pembangkit kembali pulih pada akhir Agustus. Kondisi tersebut akan mengembalikan cadangan daya ke tingkat normal.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijino, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Gangguan pasokan listrik sebelumnya mengganggu aktivitas warga.
“Sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan mengalami penurunan pasokan daya akibat gangguan teknis pada tiga pembangkit utama sejak pekan ketiga Juli 2026,” ucapnya di Istana Isen Mulang, Kamis (30/7/2026).
Iwan menjelaskan tiga pembangkit mengalami gangguan teknis dalam waktu berdekatan. Gangguan pertama terjadi pada generator PLTU Asam-Asam pada 23 Juli 2026.
Selain itu, PLTU PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) di Kabupaten Gunung Mas mengalami kebocoran pipa boiler pada 22 Juli 2026. Kemudian, PLTU PT Tanjung Power Indonesia (TPI) Tabalong mengalami gangguan sistem pelumasan turbin pada 24 Juli 2026.
Meski demikian, PLN terus mempercepat proses pemulihan. Salah satu unit PLTU TPI Tabalong berkapasitas 100 megawatt (MW) kembali beroperasi pada 28 Juli 2026.
Pembangkit tersebut kembali beroperasi lebih cepat dari target awal. Kondisi itu membantu PLN mengurangi durasi pemadaman bergilir.
Sebelumnya, pemadaman berlangsung rata-rata enam jam per hari. Setelah itu, durasi pemadaman turun menjadi sekitar tiga jam per hari.
Selanjutnya, PLN menargetkan perbaikan satu unit PLTU PT SKS Listrik Kalimantan di Gunung Mas selesai pada 5 Agustus 2026. Pembangkit tersebut memiliki kapasitas 100 MW.
“Dengan demikian kondisi kelistrikan akan tidak ada lagi pemadaman, tetapi masih dalam kondisi siaga dengan cadangan daya yang masih terbatas. Jadi maksudnya siaga itu tidak ada padam, tapi cadangannya kecil,” kata Iwan.
Iwan menjelaskan status siaga menunjukkan sistem listrik sudah kembali melayani masyarakat. Namun, PLN tetap menjaga kesiapan karena cadangan daya masih terbatas.
Sementara itu, PLN terus memfokuskan pemulihan penuh sistem kelistrikan. PLN menargetkan PLTU Asam-Asam kembali masuk ke sistem interkoneksi Kalimantan pada 25 Agustus 2026.
Setelah seluruh pembangkit kembali beroperasi, PLN berharap cadangan daya kembali normal. PLN juga mengerahkan personel dan sumber daya untuk mempercepat pemulihan.
PLN berkomitmen menyampaikan perkembangan penanganan gangguan listrik kepada masyarakat melalui kanal resmi perusahaan. (Uni/Red)




