PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – PT SLK terus memperkuat kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan energi di Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Selain memasok listrik, perusahaan juga menjalankan program untuk mendorong kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Division Head Public Affairs PT SLK, Maulana Muhammad, mengatakan perusahaan telah beroperasi selama enam tahun di Kalteng. Ia menilai kehadiran perusahaan memberi dampak positif bagi masyarakat setempat.
PLTU yang dikelola PT SLK memiliki kapasitas 2×100 megawatt. Pembangkit ini menjadi penopang penting pasokan listrik di wilayah Kalteng.
“Energi listrik yang kami hasilkan kemudian kami salurkan ke Gardu Induk Lapangan dan Gardu Induk Kuala Kurun,” ucapnya saat acara buka puasa bersama, Kamis (12/3/2026).
BACA JUGA : https://halodayak.com/silaturahmi-ramadan-bank-kalteng-perkuat-sinergi-media-dan-dorong-layanan-digital/
Selanjutnya, PT PLN menyalurkan listrik tersebut kepada masyarakat melalui jaringan kelistrikan yang terkoneksi dengan sistem interkoneksi.
“Sekarang sistem itu sudah terkoneksi sehingga memperkuat suplai listrik di daerah,” jelasnya.
Maulana menjelaskan wilayah Kalteng, khususnya Kabupaten Katingan, memiliki intensitas petir tinggi. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Keberadaan pembangkit tersebut membantu memperkuat grid listrik di wilayah Kalteng. Sistem yang lebih kuat diharapkan menjaga stabilitas pasokan listrik.
“Hal ini juga mendukung kebutuhan listrik masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi di daerah,” imbuhnya.
Selain fokus pada penyediaan energi, PT SLK menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
BACA JUGA : https://halodayak.com/gubernur-kalteng-serahkan-bantuan-pangan-presiden-dan-blt-khbs-kepada-warga/
Maulana mengatakan perusahaan mengarahkan program tersebut untuk mendorong kemandirian masyarakat. Program CSR ini juga memberi manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekitar perusahaan.
“Melalui program ini, kami ingin mendorong kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” pungkasnya. (Uni/Red)




