28.5 C
Palangkaraya
spot_img

Program 10.000 Kuliah Gratis Kalteng Meluas, 32 PT Dukung Satu Keluarga Satu Sarjana

PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran terus memperluas jangkauan Program 10.000 Kuliah Gratis sebagai langkah nyata peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Hingga pertengahan tahun 2025, tercatat sebanyak 32 perguruan tinggi telah terlibat aktif dalam mendukung pelaksanaan program tersebut di seluruh wilayah Kalteng.

Program ini pada awalnya hanya diimplementasikan di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR). Namun, berkat visi besar Gubernur Agustiar melalui konsep Satu Keluarga Satu Sarjana, inisiatif ini berkembang menjadi gerakan bersama lintas institusi pendidikan tinggi.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengungkapkan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari kekompakan antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan di tingkat daerah.

“Program ini dulu dimulai di UMPR, tapi sekarang sudah menjangkau 32 kampus. Ini membuktikan bahwa dunia pendidikan tinggi di Kalteng turut berkomitmen mewujudkan visi Gubernur untuk menghadirkan setidaknya satu sarjana di setiap keluarga,” ujar Reza saat menghadiri kegiatan di Kampus 2 UMPR, Sabtu (5/7/2025), mewakili Gubernur.

Reza menambahkan, program ini tidak hanya memberikan bantuan pembiayaan kuliah bagi keluarga kurang mampu, tetapi merupakan langkah strategis jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas, tangguh, dan kompetitif di berbagai bidang.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari tingkat nasional. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek), Fauzan, menyatakan apresiasinya terhadap langkah progresif Pemprov Kalteng. Ia menilai bahwa inisiatif ini sangat sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menuntut perguruan tinggi agar lebih relevan dan bermanfaat bagi masyarakat secara langsung.

“Kami ingin mendorong agar kampus tidak hanya berkutat pada kegiatan akademik semata, tetapi mampu hadir memberi dampak nyata di lingkungan sekitar. Itulah semangat Diktisaintek Berdampak—mulai dari pemberian beasiswa, pengabdian masyarakat, hingga inovasi, harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” kata Fauzan.

Ia juga menekankan bahwa masa depan pendidikan tinggi akan semakin diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi. Dalam konteks ini, program beasiswa kuliah gratis di Kalteng dinilainya dapat menjadi contoh baik bagi daerah lain yang ingin mewujudkan sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan adil.

Program 10.000 Kuliah Gratis bukan sekadar membuka pintu bagi pelajar dari keluarga prasejahtera untuk menempuh pendidikan tinggi. Lebih dari itu, inisiatif ini turut mendorong kampus berperan aktif sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat. Gubernur Agustiar berharap melalui program ini, tidak akan ada lagi generasi muda Kalteng yang gagal melanjutkan pendidikan semata-mata karena keterbatasan ekonomi. (Uni/Vgs)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir