Program INKLUSI Jadikan Komunitas Senam Ruang Baru Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak

KUALA KAPUAS, HALODAYAK.COM – Program INKLUSI Lakpesdam PBNU bersama PC Fatayat NU Kabupaten Kapuas menggandeng Komunitas Senam Permata Inn untuk memperluas kampanye Pencegahan Perkawinan Anak (PPA) melalui kegiatan Senam Sahabat Anak 2026. Program ini mengajak para ibu menjadi agen perubahan dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Program INKLUSI mengusung pendekatan berbasis komunitas untuk memperluas edukasi di luar ruang formal. Komunitas senam menjadi pilihan karena rutin mempertemukan para perempuan. Pasalnya, ini bagus untuk edukasi tentang hak anak, pentingnya pendidikan, pengasuhan positif, dan risiko perkawinan anak.

Field Coordinator Program INKLUSI Kabupaten Kapuas, Aulia Pusfita Sari, mengatakan kampanye pencegahan perkawinan anak harus hadir di ruang-ruang sosial yang dekat dengan masyarakat. Dengan cara itu, masyarakat lebih mudah memahami dan menerapkan pesan tersebut dalam keluarga.

“Kami ingin menghadirkan kampanye pencegahan perkawinan anak di ruang-ruang yang selama ini belum banyak menjadi media edukasi. Komunitas senam adalah salah satunya. Di sini para ibu berkumpul, saling berinteraksi, dan membangun jejaring. Kami ingin membekali para ibu dengan pengetahuan tentang hak anak dan risiko perkawinan anak. Dengan bekal itu, kami berharap mereka menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya,Minggu (2/8/2026).

Menurut Aulia, pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi Program INKLUSI untuk memperluas jangkauan edukasi. Strategi ini juga mendorong perubahan perilaku masyarakat secara partisipatif dan inklusif. Suasana yang santai memberi kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang pengasuhan anak.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kapuas, Anita, S.E., M.M., menegaskan keluarga merupakan benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai kerentanan, termasuk perkawinan anak. Karena itu, pihaknya terus mengajak para ibu menjadi Sahabat Anak.

“Perlindungan anak dimulai dari keluarga. Karena itu, kami mengajak para ibu menjadi Sahabat Anak yang mampu menciptakan lingkungan yang aman, mendukung pendidikan anak, dan mencegah perkawinan anak,” ujarnya.

Selain senam bersama, panitia menggelar kampanye pencegahan perkawinan anak. Panitia juga memberikan edukasi tentang hak anak dan pengasuhan positif. Mereka menyediakan pemeriksaan tekanan darah gratis serta membagikan doorprize. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara menarik agar lebih banyak masyarakat mengikuti edukasi.

Salah seorang peserta, Ni Luh Anita, mengaku memperoleh pengalaman berbeda karena kegiatan tersebut memadukan olahraga dan edukasi.

“Kegiatannya sangat seru dan menyenangkan. Selain berolahraga bersama, kami juga mendapat banyak pengetahuan baru tentang perlindungan anak dan pencegahan perkawinan anak. Materinya mudah dipahami sehingga kami semakin sadar bahwa orang tua memegang peran penting dalam mendampingi anak,” tuturnya.

Program INKLUSI berharap pendekatan berbasis komunitas mampu memperluas gerakan perlindungan anak. Program ini juga mendorong lebih banyak kelompok masyarakat untuk terlibat. Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik. (San/Uni)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir