GUNUNG MAS, HALODAYAK.COM – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, PT SKS Listrik Kalimantan menyelenggarakan program edukasi keselamatan kelistrikan bernama SIGALIS (Siaga Listrik). Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada 7 dan 13 Juli 2026 dengan menyasar tiga lembaga pendidikan di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yaitu SDN Luwuk Langkuas, SDN Karya Bhakti, dan SMAN 1 Rungan. Program SIGALIS bertujuan untuk membangun pengetahuan, kesadaran, serta merubah perilaku masyarakat khususnya para pelajar agar mampu menggunakan energi listrik secara aman, efisien, dan penuh rasa tanggung jawab sejak usia dini.
Keberlangsungan program ini didampingi secara langsung oleh Head of CSR PT SKS Listrik Kalimantan, Miranda Puspita Ramadhani, bersama jajaran tim CSR. Kehadiran jajaran manajemen secara langsung di lapangan menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memastikan setiap program pemberdayaan masyarakat berjalan efektif, memberikan dampak positif yang nyata, serta memperkuat hubungan yang harmonis antara perusahaan dan warga sekitar wilayah operasional.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan sebanyak 200 peserta yang terbagi dalam dua sesi pembelajaran interaktif berdurasi masing-masing 30 menit. Selain murid dan siswa, program SIGALIS turut melibatkan guru, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat untuk memperluas jangkauan penyebaran informasi keselamatan kelistrikan. Proses edukasi dirancang secara komprehensif dan partisipatif melalui penyampaian materi presentasi, diskusi interaktif, simulasi penanganan bahaya, kunjungan ke rumah warga (home visit), hingga pembagian media edukasi kelistrikan.
Materi yang disampaikan dalam program SIGALIS berfokus pada topik-topik praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Para peserta dibekali pemahaman mengenai potensi bahaya listrik, panduan penggunaan listrik yang aman di rumah, standar instalasi listrik yang benar, risiko berat dari penggunaan sambungan listrik ilegal, serta langkah-langkah mitigasi dan tanggap darurat jika terjadi insiden kelistrikan.
Efektivitas program ini diukur melalui mekanisme evaluasi pre-test dan post-test kepada seluruh peserta. Hasil evaluasi mencatat adanya peningkatan pemahaman yang sangat signifikan, di mana nilai rata-rata peserta melonjak dari 55% menjadi 80%, atau mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 45%. Tidak hanya pada aspek kognitif, indikator perubahan perilaku juga menunjukkan hasil positif. Jumlah peserta yang berkomitmen untuk selalu menerapkan praktik keselamatan listrik dalam aktivitas sehari-hari meningkat dari 60% sebelum pelatihan menjadi 86% setelah pelatihan, atau naik sebesar 26%.
Di samping memberikan materi edukasi, tim CSR PT SKS Listrik Kalimantan juga berhasil mengidentifikasi 20 potensi bahaya kelistrikan di lingkungan pemukiman warga. Temuan utama di lapangan mencakup adanya instalasi listrik yang rusak, penggunaan stop kontak dengan beban berlebih (overload), sambungan listrik yang tidak memenuhi standar keamanan, serta pemakaian peralatan listrik yang berisiko tinggi. Atas temuan tersebut, tim memberikan rekomendasi perbaikan teknis kepada warga guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja maupun musibah kebakaran akibat korsleting listrik.
Melalui keberlanjutan Program SIGALIS, PT SKS Listrik Kalimantan terus memperkuat kontribusinya dalam menciptakan budaya keselamatan kelistrikan yang berkelanjutan bersama masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan perusahaan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).(red)




