PT SKS Listrik Kalimantan Hadirkan Internet Satelit di Tahura Lapak Jaru

KUALA KURUN, HALODAYAK.COM – Upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Kalimantan Tengah memasuki babak baru. PT SKS Listrik Kalimantan menghadirkan internet satelit Starlink di Taman Hutan Raya (Tahura) Lapak Jaru melalui Program NURANI (Nursery Tanaman Lestari). Program ini mendukung digitalisasi pengelolaan kawasan konservasi.

Perusahaan menyerahkan perangkat internet satelit Starlink kepada pengelola Tahura Lapak Jaru. Langkah ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Fokus program tersebut ialah memperkuat konservasi berbasis teknologi dan data.

Head of CSR PT SKS Listrik Kalimantan, Miranda Puspita Ramadhani, menyerahkan bantuan itu kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perhubungan (DLHKP) Kabupaten Gunung Mas, Tumi Hassi. Keduanya berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi.

Miranda mengatakan penyediaan internet satelit merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung konservasi berbasis teknologi.

“Kami berharap kehadiran internet satelit ini mempermudah pengelola Tahura mendokumentasikan, mengelola, dan melaporkan data keanekaragaman hayati secara lebih cepat dan akurat. Melalui Program NURANI, kami ingin berkontribusi dalam pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Selama ini, Tahura Lapak Jaru memiliki potensi keanekaragaman hayati yang besar. Namun, kawasan tersebut masih menghadapi keterbatasan akses internet. Karena itu, pengelola membutuhkan konektivitas digital untuk mendukung inventarisasi flora dan fauna, pemantauan kawasan, serta pelaporan data konservasi secara real time.

Melalui jaringan internet satelit, pengelola Tahura dapat mendokumentasikan data secara digital. Selain itu, mereka dapat mengelola basis data biodiversitas berbasis cloud. Bahkan, mereka juga bisa memperkuat koordinasi dengan akademisi, peneliti, pemerintah daerah, dan komunitas konservasi.

Sementara itu, Kepala DLHKP Kabupaten Gunung Mas, Tumi Hassi, menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, jaringan internet akan meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi.

“Fasilitas ini menjadi langkah maju bagi pengelolaan Tahura Lapak Jaru. Akses internet akan membantu inventarisasi, pemantauan, dan pelaporan data konservasi. Dengan demikian, pengelolaan kawasan dapat berlangsung lebih efektif dan terintegrasi,” kata Tumi.

Selanjutnya, Program NURANI mencakup penyerahan perangkat Starlink, instalasi jaringan, aktivasi layanan internet satelit, sosialisasi teknologi digital, serta demonstrasi sistem dokumentasi dan pelaporan hasil inventarisasi flora dan fauna.

Teknologi tersebut mempercepat pengumpulan data lapangan. Selain itu, sistem ini meningkatkan akurasi informasi mengenai kondisi keanekaragaman hayati di kawasan konservasi.

Program NURANI juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mendukung Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, Tujuan 15 tentang Ekosistem Daratan, serta Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pada akhirnya, kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah diharapkan menjadi model pengelolaan kawasan konservasi berbasis teknologi. Melalui kerja sama tersebut, perlindungan biodiversitas di Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (Uni/Red)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ikuti kami di

5,928FansSuka
11,220PengikutMengikuti
3,002PelangganBerlangganan

berita terakhir