PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada April hingga Juli 2026. BPS menargetkan seluruh pelaku usaha di Kalimantan Tengah masuk dalam pendataan.
BPS menerapkan metode pengisian mandiri secara daring (Computer Assisted Web Interviewing/CAWI) untuk usaha besar. Petugas juga akan mendatangi UMKM dan usaha lainnya secara langsung dari pintu ke pintu.
BPS mengakui sejumlah tantangan dalam pelaksanaan sensus. Beberapa entitas usaha menolak memberikan data moneter dengan alasan kebijakan internal perusahaan. Sikap tersebut berpotensi mengurangi kelengkapan dan akurasi data ekonomi daerah.
“Oleh karena itu, meminta dukungan Pemerintah Provinsi Kalteng. Serta juga mendorong agar gubernur menerbitkan surat edaran kepada pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pelaku usaha agar mendukung SE2026,” kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, di Ruang Vicon BPS Kalteng, Rabu (25/2/2026).
Agnes juga meminta pelaku usaha bersikap kooperatif saat petugas melakukan pendataan. BPS mengajak seluruh pemangku kepentingan ikut menyosialisasikan SE2026 melalui videotron, baliho, spanduk, media sosial, serta berbagai kegiatan pemerintah daerah yang melibatkan pelaku usaha.
“Saya berharap pemerintah daerah dan dunia usaha memberi dukungan penuh. Melalui kolaborasi tersebut, SE2026 dapat menghasilkan data akurat untuk menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran di Kalteng,” pungkasnya. (Uni/Red)




