PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM – Keinginan untuk mengembangkan komoditas kelapa hibrida sebagai potensi unggulan desa menjadi aspirasi utama masyarakat Desa Taringen, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, yang hasilnya dilaporkan oleh juru bicara reses, Agie, dalam Rapat Paripurna ke-24 Masa Persidangan III DPRD Kalteng, Jumat (12/9/2025).
Agie menyebutkan bahwa selain fokus pada sektor pertanian, masyarakat Desa Taringen juga menyoroti sejumlah persoalan penting lainnya, seperti belum tuntasnya kejelasan batas wilayah dengan Kabupaten Katingan, yang hingga saat ini belum memiliki dasar hukum maupun administrasi yang jelas.
Mereka juga menyoroti persoalan hak plasma yang belum sepenuhnya diberikan oleh PT MSAL.
“Masih ada 25 kepala keluarga di Desa Taringen yang belum mendapatkan hak plasma dari perusahaan tersebut,” ujar Agie dalam laporannya.
Di sektor pendidikan dan fasilitas umum, warga Desa Taringen menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak. Mereka mengusulkan pembangunan pagar sekolah untuk jenjang SMP, perbaikan rumah dinas guru, penyediaan fasilitas sanitasi serta air bersih, dan juga peremajaan angkutan sekolah yang sudah tidak layak.
Dari aspek sosial keagamaan, pengurus masjid desa mengajukan permohonan bantuan pembangunan rumah ibadah dan hibah satu unit mobil ambulans. Selain itu, Kepala Desa Taringen menyampaikan harapan masyarakat agar pemerintah membangun sekolah tingkat SLTA atau SMK di desa tersebut. Kelompok tani juga turut menyampaikan aspirasi berupa bantuan ternak sapi sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Warga Taringen juga menilai bahwa nilai Upah Minimum Regional (UMR) Kalimantan Tengah saat ini masih belum mencukupi kebutuhan dasar masyarakat pedalaman. Oleh karena itu, mereka meminta pemerintah untuk mempertimbangkan peninjauan kembali terhadap besaran UMR tersebut.
Aspirasi senada turut disampaikan oleh masyarakat dari beberapa desa lainnya. Di Desa Bereng Jun, warga mengajukan permintaan pembangunan sekolah tingkat SLTA/SMK, bantuan ternak sapi, perbaikan jalan, serta pengadaan satu unit ambulans.
Dari Desa Takaras, warga berharap adanya program pembinaan yang berkelanjutan bagi kelompok tani kelapa, ketersediaan pupuk hortikultura, pembangunan sekolah lanjutan, serta peningkatan kondisi jalan desa dan penyediaan mobil ambulans.
Sementara itu, di RT 07/RW II Kelurahan Tumbang Talaken, masyarakat menyuarakan kebutuhan bibit kelapa, pembangunan pagar untuk Gereja Ewanggelion, serta perbaikan jalan lingkungan. Mereka juga mengusulkan penyediaan mobil pemadam kebakaran, perbaikan jembatan yang rusak, pembangunan rumah untuk kaum Masjid Al-Muhajirin, dan fasilitas tempat pembuangan sampah (TPS).
Dari Desa Tumbang Jalemu, warga mengusulkan bantuan bibit kelapa hibrida dan pupuk, pembangunan SMK, serta kelanjutan pembangunan Gereja Kaharap Jemaat GKE. Sedangkan kelompok tani di Kelurahan Tehang menyampaikan kebutuhan alat pertanian dan bibit kelapa hibrida.
Masyarakat Desa Luwuk Tukau mengusulkan pengerasan jalan dari Simpang Talaken menuju Luwuk Tukau, penyediaan bibit kelapa hibrida dan pupuk, serta permintaan pendampingan dari penyuluh perkebunan untuk kelompok tani kelapa dan sawit.
Sementara itu, di Desa Tumbang Oroi, warga berharap mendapatkan bantuan bibit kelapa hibrida, pupuk, dan perbaikan jalan lingkungan. Di Desa Tumbang Samui, usulan yang disampaikan mencakup pemberian insentif bagi perangkat desa dan ketua RT, bantuan bibit kelapa hibrida dan pupuk, serta peningkatan infrastruktur jalan desa.
Agie menegaskan bahwa seluruh aspirasi dari masyarakat ini akan diperjuangkan agar menjadi bagian dari pembahasan bersama antara DPRD Kalteng dan pemerintah provinsi dalam menetapkan program pembangunan ke depan.
“Setiap masukan yang kami terima dari masyarakat desa akan kami bawa dan perjuangkan agar bisa terakomodasi dalam kebijakan pembangunan daerah,” tegasnya. (Uni/Vgs)




