23.7 C
Palangkaraya
Rabu, Juli 17, 2024
spot_img

Nyawa Ustadzah Dihabisi Santri Tepat di Depan Empat Anaknya

PALANGKA RAYA, HALODAYAK.COM- Meski baru berusia 13 tahun, aksi pembunuhan yang dilakukan santri terhadap ustadzah bernama Najma (35) terbilang keji dan brutal. Bagaimana tidak, sebab pelaku menghujani wajah korban dengan delapan tikaman. Ironisnya lagi kejadian tersebut terjadi tepat di hadapan empat anak korban yang semuanya masih berusia balita.

Hal mengherankan lainnya, pelaku dikabarkan seolah tak menyadari perbuatan kejinya. Dimana menurut warga setempa, pelaku saat itu justru menangis di hadapan korban yang sedang bersimbah darah seakan menyesali perbuatannya.

“Kami mendatangi rumah korban setelah mendengar suara jeritan minta tolong. kami melihat korban dalam posisi terduduk di depan pintu kamar yang di depannya ada pelaku sambil menangis,” ucap salah seorang pengurus pondok pesantren.

“Pelaku melakukan penikaman saat korban sedang tidur bersama empat anaknya. Dimana masing-masing anak korban berusia 9 tahun, 5 tahun, 3 tahun dan 45 hari,” ungkap Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa.

Di malam kejadian, korban diketahui hanya sedang bersama keempat anaknya. Sementara suami korban sedang berada di luar kota. Bahkan informasinya, korban juga baru saja menjalani operasi caesar saat persalinan anak keempatnya.

“Dari hasil visum ditemukan luka tusuk di wajah korban sebanyak lebih dari lima kali. Luka yang sama juga ada di leher, dada, lengan kanan dan lengan kiri,” kata kapolresta.

Sejauh ini kepolisian juga tidak mendapati adanya motif pembunuhan berencana. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa pisau yang digunakan pelaku berasal dari dapur rumah korban.

Seperti diketahui, motif pembunuhan yang dilakukan pelaku hanya karena dendam lantaran pernah dihukum di pesantren. Korban memberikan hukuman kepada pelaku dengan cara menyalin dua juz Alquran karena melanggar disiplin.

Setelah menyelesaikan hukuman itu, pada Rabu (14/5/2024) sekitar pukul 23.00 WIB tiba-tiba muncul rasa benci dan dendam dari pelaku kepada korban. Pelaku kemudian mendatangi rumah korban dan masuk melalui jendela yang tidak terkunci. Setelah berhasil masuk pelaku kemudian mengambil sebilah pisau yang ada di dapur dan langsung menuju ke kamar tidur korban.

Pada saat itu pelaku langsung melakukan penusukan ke beberapa tubuh korban. Pengurus pondok pesantren yang mendengar teriakan itu kemudian menghampiri dan mendapati korban bersimbah darah. Termasuk pelaku yang masih berada di lokasi kejadian.

Malam itu juga korban dilarikan ke Rumah Sakit Pambelum untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nahasnya korban tidak terselamatkan dan akhirnya meninggal dunia. Sementara pelaku langsung diamankan ke kantor polisi. (dik)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

5,928FansSuka
11,200PengikutMengikuti
3,004PelangganBerlangganan

Latest Articles

You cannot copy content of this page